Cerita Zulfajri Syam Tembus LPDP lewat Jalur Afirmasi Disabilitas
- 27 Jun 2026 18:55 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar – Perjuangan dan ketekunan menjadi kunci keberhasilan meraih beasiswa bergengsi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Hal ini dibahas dalam program Ruang Disabilitas PRO1 RRI Makassar edisi Sabtu, 27 Juni 2026. Dipandu Arfan Yusri, menghadirkan Zulfajrin Syam, Awardee LPDP Batch 1 Tahun 2026 Jalur Afirmasi Disabilitas sekaligus Ketua Gammara Inklusi, yang terhubung melalui sambungan telepon untuk berbagi kisah perjuangannya hingga berhasil memperoleh beasiswa tersebut.
Zulfajrin mengungkapkan bahwa keberhasilannya menjadi penerima LPDP bukanlah sesuatu yang diraih dengan mudah. Ia mengaku baru dinyatakan lolos pada percobaan ketiga setelah sebelumnya dua kali mengikuti seleksi namun belum berhasil. Pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga untuk terus memperbaiki kualitas diri, memperkuat dokumen persyaratan, serta mematangkan rencana studi dan kontribusi yang ingin diberikan setelah menyelesaikan pendidikan.
"Awalnya dapat info dari seorang teman terkait LPDP 2026 ini dan dia baru saja dinyatakan lolos,saya merasa PD untuk ikutan dan dua kali saya dinyatakan belum lolos. Namun saya memilih menjadikan kegagalan sebagai bahan evaluasi, bukan alasan untuk berhenti. Pada kesempatan ketiga, saya datang dengan persiapan yang lebih matang, lebih memahami proses seleksi,banyak bertanya pada teman disabilitas dan Non disabilitas sehingga lebih yakin dengan tujuan yang ingin saya capai. Alhamdulillah akhirnya saya dinyatakan lolos di percobaan ketiga," tutur Zulfajrin.
Menurutnya, jalur afirmasi disabilitas merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang lebih inklusif. Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh peserta tetap harus memenuhi standar seleksi yang telah ditetapkan. LPDP, kata dia, tidak hanya menilai prestasi akademik, tetapi juga integritas, kepemimpinan, pengalaman organisasi, kualitas esai, serta visi kontribusi yang akan diberikan kepada masyarakat setelah menyelesaikan studi.
Sebagai Ketua Gammara Inklusi, Zulfajrin berharap semakin banyak penyandang disabilitas yang berani mengambil peluang beasiswa, baik di dalam maupun luar negeri. Ia juga mendorong hadirnya lebih banyak ruang pendampingan, pelatihan penulisan esai, simulasi wawancara, serta penyebaran informasi agar penyandang disabilitas memiliki kesiapan menghadapi proses seleksi.
"Jalur afirmasi bukan berarti menurunkan standar yah, tetapi memastikan setiap orang memiliki kesempatan yang setara untuk menunjukkan kapasitasnya. Penyandang disabilitas mampu bersaing jika diberikan akses, dukungan, dan kesempatan yang sama,itu yang saya dan teman-teman lainnya buktikan," jelasnya.
Menutup dialog, Zulfajrin Syam mengajak para penyandang Disabilitas agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan. Menurutnya, setiap proses memiliki waktu dan hikmahnya masing-masing. "Kalau gagal sekali, jangan berhenti. Kalau gagal dua kali, tetap bangkit dan evaluasi diri. Saya adalah bukti bahwa kesempatan itu masih ada. Terus belajar, perbaiki diri, dan jangan pernah takut bermimpi besar. Pendidikan adalah jalan untuk menghadirkan perubahan, baik bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat yang lebih inklusif," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....