Pemkot Makassar Dorong Budaya Pilah Sampah sejak Dini di Sekolah

  • 26 Jun 2026 13:40 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat pendidikan kebersihan di lingkungan sekolah dengan mewajibkan peserta didik membiasakan memilah sampah sejak usia dini. Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan yang dimulai dari lingkungan pendidikan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan setiap sekolah diminta menyiapkan tempat sampah yang terpisah untuk sampah organik dan non-organik. Menurutnya, pemilahan sampah tidak memerlukan fasilitas yang rumit, cukup menggunakan dua wadah berbeda agar anak-anak terbiasa membuang sampah sesuai jenisnya.

"Saya mau di setiap sekolah, seluruh tempat sampahnya sudah terbagi dengan berbagai macam bentuk. Seluruh anak-anak harus dipastikan membuang sampah organik ke tempat organik, membuang sampah non-organik ke tempat non-organik. Cukup pakai dua ember, pisahkan sampah organik dan non-organik," kata Munafri, Jumat 26 Juni 2026.

Ia menambahkan, kebiasaan memilah sampah akan semakin efektif jika dilatih setiap hari. Karena itu, sekolah didorong memberikan pembelajaran praktik agar peserta didik memahami pentingnya pengelolaan sampah sejak dini sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Munafri bahkan mengusulkan agar siswa membawa sampah dari rumah untuk dipilah di sekolah sebagai bagian dari proses pembelajaran. Menurutnya, langkah tersebut akan membentuk kebiasaan yang dapat diterapkan tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah masing-masing.

"Kalau perlu, disuruh anak-anak setiap hari bawa dua sampah ke sekolah. Mana organik, mana non-organik. Diajarkan sedari dini untuk mampu memilah sampahnya. Dan yang kedua, bukan hanya anak-anak sekolahnya yang akan dikontrol, kepala sekolahnya juga. Kalau bisa, di rumahnya pastikan sudah melakukan pemilahan itu. Termasuk guru-guru yang ada di sekolah, pastikan ada pemilahan sampah. Jangan menganggap ini persoalan kecil, ini persoalan kecil yang akan terakumulasi menjadi persoalan besar," ujar Munafri.

Selain peserta didik, Pemerintah Kota Makassar juga akan melibatkan kepala sekolah dan tenaga pendidik dalam penerapan program tersebut. Mereka diharapkan menjadi teladan dalam membangun budaya memilah sampah, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.

Melalui kebijakan ini, Appi sapaan akrabnya berharap kesadaran menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah dapat tumbuh sejak usia dini. Dengan keterlibatan seluruh warga sekolah, kebiasaan memilah sampah diharapkan menjadi budaya yang berkelanjutan dan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....