Edukasi Keamanan Pangan, BBPOM Makassar Perkuat Peran Komunitas Desa Padanglampe

  • 26 Jun 2026 09:02 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar terus memperkuat upaya membangun desa yang mandiri dan berbudaya keamanan pangan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Komunitas Desa di Desa Padanglampe, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan, dengan Kabupaten Pangkep sebagai lokus intervensi tahun 2026. Bimtek menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pangan yang aman, bermutu, dan bergizi di lingkungan desa.

Bimtek diikuti oleh Kepala Desa Padanglampe selaku Ketua Tim Keamanan Pangan Desa, anggota Tim Keamanan Pangan Desa, serta 20 perwakilan komunitas yang berasal dari unsur masyarakat, sekolah, dan keluarga. Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun sistem keamanan pangan yang berkelanjutan, mulai dari tingkat rumah tangga hingga komunitas.

Kepala Desa Padanglampe, Andi Parenrengi, menyampaikan apresiasi atas dukungan BBPOM di Makassar dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui edukasi keamanan pangan. "Kegiatan ini sangat baik. Saya berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diteruskan kepada masyarakat luas sehingga tercipta budaya sadar keamanan pangan di lingkungan Desa Padanglampe," ujarnya, Kamis 25 Juni 2026.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Tim Program Prioritas Nasional (Pro PN) BBPOM di Makassar, Hamka Hasan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari keluarga dan komunitas.

"Bimbingan teknis ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat desa mengenai pentingnya keamanan pangan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pangan yang aman dan sehat. Peserta dibekali berbagai informasi mengenai cara memilih, mengolah, menyimpan, dan menyajikan pangan yang aman guna mencegah risiko cemaran pada produk pangan," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, para Kader Keamanan Pangan Desa yang sebelumnya telah mengikuti kegiatan micro teaching dan pelatihan keamanan pangan juga mempraktikkan materi yang telah dipelajari. Para kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang aktif mengedukasi masyarakat serta mendorong penerapan praktik keamanan pangan di lingkungan masing-masing.

Salah seorang Kader Keamanan Pangan dari unsur keluarga, Nuraeni, menekankan pentingnya penerapan Lima Kunci Keamanan Pangan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan rumah tangga. "Lima Kunci Keamanan Pangan harus diterapkan dalam perilaku sehari-hari. Sebagai ibu rumah tangga, kita dapat memulainya dari dapur keluarga dengan menjaga kebersihan, mengolah pangan secara benar, serta memastikan pangan yang dikonsumsi aman bagi seluruh anggota keluarga," paparnya.

Melalui kegiatan ini, BBPOM di Makassar berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah desa, Tim Keamanan Pangan Desa, para kader, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Desa Padanglampe sebagai desa yang mandiri dan berbudaya keamanan pangan. Edukasi yang diterima peserta diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ini, tetapi terus disebarluaskan secara berkelanjutan sehingga tercipta lingkungan yang sehat, produktif, dan terlindungi dari risiko pangan yang tidak aman.

Sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat, komunitas desa memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya keamanan pangan. Perubahan perilaku yang dimulai dari hal-hal sederhana, mulai dari dapur rumah tangga hingga lingkungan komunitas, akan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya masyarakat yang sehat, mandiri, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....