Diskominfo Bulukumba Laksanakan Workshop Keamanan Informasi

  • 25 Jun 2026 19:41 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Bulukumba - Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Bulukumba menggelar Workshop Keamanan Informasi. Kegiatan Workshop dengan tema “Membangun Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Elektronik yang Aman dan Terpercaya” tersebut dilaksanakan di Ruang Lemo-lemo, Lantai 4 Gedung Pinisi, Kamis, 25 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan digital yang aman, andal, dan berkelanjutan. Workshop diikuti oleh para Admin Satu Data Indonesia yang berasal dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kantor kecamatan, dan kelurahan se-Kabupaten Bulukumba.

Para admin merupakan garda terdepan dalam pengelolaan data pemerintahan. Sehingga kedudukan admin memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas, integritas, dan keamanan data yang menjadi dasar pengambilan kebijakan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Bulukumba, Andi Uke Indah Permatasari, mengatakan bahwa transformasi digital tidak hanya menuntut pemanfaatan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam menjaga keamanan informasi. “Data merupakan aset penting pemerintah. Karena itu, setiap pengelola data harus memahami prinsip-prinsip keamanan informasi agar data yang dikelola tetap terjaga kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaannya,” ujarnya.

Menurutnya, aparat pemerintah harus siap memasuki era digitalisasi, maka sebagai admin Satu Data, juga harus mengantisipasi terjadinya peretasan data. "Urusan keamanan data ini, tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kominfo, tapi menjadi tanggungjawab bersama, termasuk para pengelola data di OPD," tegasnya.

Selain materi mengenai tata kelola keamanan informasi, peserta juga mendapatkan pembekalan tentang best practice keamanan siber pada sistem pemerintahan digital. Materi ini disampaikan oleh narasumber dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Sulawesi Selatan Ahmad Tasyrif Arief.

Dalam paparannya, Ahmad Tasyrif mengulas berbagai bentuk ancaman siber, mulai dari malware, phishing, ransomware hingga praktik perlindungan sistem dan data pemerintah. Selain itu ia juga menekankan pentingnya membangun budaya sadar keamanan siber di lingkungan birokrasi.

Melalui kegiatan yang digelar oleh Bidang Persandian dan Statistik ini, Pemerintah Kabupaten Bulukumba berharap seluruh Admin Satu Data Indonesia mampu menerapkan standar keamanan informasi dalam pengelolaan data di unit kerjanya masing-masing. Sehingga implementasi Satu Data Indonesia dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kabupaten Bulukumba dapat berjalan semakin efektif, aman, dan terpercaya, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....