IGS 2026 Buka Jalan Sister City, Delapan Negara Jajaki Kerja Sama dengan Makassar
- 25 Jun 2026 12:36 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi kuliner dan budaya, tetapi juga membuka peluang kerja sama internasional bagi Kota Makassar. Sedikitnya delapan negara mulai menjajaki skema kerja sama Sister City melalui pertemuan bilateral bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam rangkaian Business Forum IGS 2026 di Hotel The Rinra Makassar, Rabu 24 Juni 2026.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Makassar, Muh. Mario Said, mengatakan forum investasi dalam rangkaian IGS 2026 dirancang sebagai wadah membangun kerja sama strategis dan memperluas jejaring internasional.
Menurutnya, kegiatan diawali dengan pembukaan dan sesi diskusi yang menghadirkan pelaku usaha serta akademisi, termasuk dari Universitas Hasanuddin, untuk memaparkan berbagai potensi investasi dan pengembangan ekonomi daerah.
“Lewat forum IGS, ada pertemuan bilateral, termasuk pertemuan Bapak Wali Kota dengan beberapa negara yang telah menyatakan minat untuk melakukan penjajakan kerja sama,” ujarnya.
Pertemuan bertajuk Bilateral Meeting with Mayor of Makassar menjadi ruang dialog langsung antara Pemerintah Kota Makassar dan para perwakilan negara sahabat yang hadir dalam IGS 2026.
Dari total 41 delegasi yang mewakili 28 negara, delapan negara secara khusus menyampaikan ketertarikan untuk menjajaki kerja sama yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Negara-negara tersebut adalah Costa Rica, Fiji, Polandia, Malaysia, Kamboja, Ukraina, Tunisia, dan Belanda.
Mario menjelaskan bahwa komunikasi yang terbangun masih berada pada tahap penjajakan awal. Namun, sejumlah negara telah menyampaikan minat untuk membahas peluang kerja sama yang lebih konkret, termasuk kemungkinan pengembangan hubungan Sister City dengan Kota Makassar.
Selain pertemuan antarpemerintah, forum tersebut juga mempertemukan pelaku usaha lokal dengan delegasi negara sahabat melalui agenda business-to-business (B2B). Puluhan pelaku usaha memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan produk unggulan Sulawesi Selatan kepada calon mitra internasional.
Menurut Mario, sektor perikanan dan hasil laut menjadi komoditas yang paling banyak menarik perhatian delegasi asing.
“Yang paling besar memang sektor perikanan dan seafood. Makassar memiliki karakter sebagai kota maritim sehingga komoditas ini menjadi salah satu unggulan yang kami tawarkan kepada negara-negara peserta,” katanya.
Selain hasil laut, produk unggulan lain seperti kopi, rempah-rempah, dan komoditas pangan turut menjadi topik pembahasan dalam pertemuan bisnis. Beberapa perusahaan di sektor perikanan dan ekspor hasil laut bahkan telah memulai komunikasi awal dengan delegasi negara peserta.
Di sektor investasi infrastruktur, sejumlah negara juga meminta waktu khusus untuk bertemu dengan Wali Kota Makassar guna membahas peluang kerja sama pembangunan kota.
Sementara itu, sektor pariwisata menjadi salah satu fokus promosi Pemerintah Kota Makassar. Salah satu proyek yang diperkenalkan kepada para delegasi adalah rencana pengembangan Pulau Lae-Lae, yang telah memiliki kajian pengembangan dari Bappeda Makassar.
“Khusus pengembangan Pulau Lae-Lae menjadi salah satu prioritas yang dipaparkan kepada para delegasi. Kajian pengembangannya juga sudah disiapkan sehingga dapat menjadi salah satu peluang investasi ke depan,” jelas Mario.
Selain itu, Pemkot Makassar turut memperkenalkan potensi pengembangan kawasan Untia sebagai kawasan yang dapat dikerjasamakan dengan investor swasta. Berbeda dengan pembangunan stadion yang dipastikan menggunakan pembiayaan APBD, kawasan Untia diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang didukung investasi swasta.
Forum investasi IGS 2026 juga melibatkan 23 pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Meski sebagian kepala daerah berhalangan hadir karena agenda nasional, mereka tetap mengirimkan perwakilan untuk membangun jejaring dengan delegasi internasional.
Melalui rangkaian pertemuan bilateral, forum investasi, dan penjajakan Sister City tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap IGS 2026 menjadi pintu masuk bagi perluasan kerja sama internasional yang tidak hanya mendorong perdagangan dan investasi, tetapi juga pengembangan infrastruktur, pariwisata, pendidikan, serta pertukaran budaya dengan berbagai negara sahabat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....