Pemkot Makassar Relokasi 19 Pedagang Kelapa di Kawasan Benteng Rotterdam
- 25 Jun 2026 11:45 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Kota Makassar berhasil merelokasi 19 lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) penjual kelapa yang selama ini beroperasi di kawasan Benteng Fort Rotterdam hingga sekitar Kantor RRI, Kamis 25 Juni 2026. Proses relokasi berlangsung aman dan tertib berkat pendekatan humanis dan persuasif yang diterapkan pemerintah.
Para pedagang membongkar lapaknya secara mandiri tanpa adanya tindakan represif dari aparat. Pemerintah Kota Makassar bersama unsur TNI-Polri, Satpol PP, petugas kebersihan, serta aparat kecamatan dan kelurahan turut membantu proses pemindahan barang-barang pedagang ke lokasi yang telah disiapkan.
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Bidang Pemerintahan Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, mengatakan keberhasilan penataan kawasan tersebut tidak terlepas dari komunikasi intensif yang dibangun pemerintah dengan para pedagang.
"Kami melakukan pendekatan secara humanis dengan membangun komunikasi yang baik. Alhamdulillah para pedagang memahami tujuan penataan kawasan dan membongkar lapaknya secara mandiri," ujarnya.
Menurut Irwan, pemerintah telah menjalankan seluruh prosedur, termasuk memberikan surat peringatan hingga tiga kali sebelum pelaksanaan relokasi dilakukan. "Kami sudah memberikan peringatan sampai yang ketiga. Pagi ini kita melakukan pembenahan bersama-sama, bukan penertiban atau pembongkaran secara paksa," kata Irwan.
Ia menjelaskan kawasan yang ditempati para pedagang merupakan jalur pedestrian yang berdiri di atas saluran drainase dan diperuntukkan bagi pejalan kaki. Penataan dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 7 Tahun 2014 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum.
Selain itu, Pemerintah Kota Makassar telah menyiapkan lokasi relokasi di kawasan Pasar Kampung Baru yang dinilai lebih tertata dan tetap strategis untuk aktivitas usaha para pedagang. Sebagai bentuk dukungan, pemerintah juga menyediakan sekitar 30 armada truk untuk membantu proses pemindahan barang-barang pedagang.
"Kami sudah siapkan sekitar 30 armada untuk membantu mengangkut barang-barang mereka. Jika ada yang ingin pindah ke lokasi relokasi yang telah disiapkan, semuanya akan kami bantu," jelas Irwan.
Sementara itu, Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, menegaskan keberhasilan relokasi tersebut merupakan hasil dari komunikasi yang dibangun secara berkelanjutan antara pemerintah dan para pedagang.
"Alhamdulillah relokasi ini berlangsung aman dan damai. Teman-teman pedagang sudah memahami maksud dan tujuan penataan kawasan sehingga mereka secara sukarela membongkar lapaknya sendiri," ungkap Nanin.
Menurutnya, pihak kecamatan telah melakukan sosialisasi dan edukasi secara berulang kepada para pedagang sebelum relokasi dilaksanakan. Berbagai masukan dan aspirasi pedagang juga ditampung melalui dialog yang terbuka.
"Kami tidak datang untuk melakukan pembongkaran secara paksa. Pendekatan yang dilakukan adalah dialog, edukasi, dan solusi bersama. Hasilnya tidak ada gejolak maupun penolakan," katanya.
Data Kecamatan Ujung Pandang mencatat terdapat 19 lapak yang menempati kawasan pedestrian di sekitar Benteng Fort Rotterdam dan kawasan dekat Kantor RRI. Seluruh pemilik lapak telah bersedia mengikuti proses relokasi yang difasilitasi Pemerintah Kota Makassar.
Usai pembongkaran, kawasan tersebut akan ditata kembali melalui kolaborasi lintas instansi, termasuk Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, PD Parkir, serta perangkat daerah terkait lainnya.
Pemerintah Kota Makassar berharap keberhasilan relokasi yang berlangsung damai ini dapat menjadi contoh bahwa penataan kota dapat dilakukan melalui dialog, empati, dan kolaborasi tanpa menimbulkan konflik dengan masyarakat. Pemerintah juga berkomitmen terus melakukan pendekatan serupa terhadap pedagang yang masih menempati fasilitas umum atau ruang yang tidak diperuntukkan untuk aktivitas berdagang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....