Memberi dengan Sukacita Membawa Berkat
- 25 Jun 2026 16:14 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Memberi dan melayani dengan sukacita merupakan salah satu sikap hidup yang perlu dimiliki setiap orang percaya. Melalui program Santapan Rohani Kristen RRI Makassar, 22 Juni 2026, Pendeta Sebastianus Baas mengajak umat Kristiani untuk menjalani kehidupan dengan hati yang penuh syukur dan sukacita sebagai wujud kasih karunia Tuhan.
Dalam renungannya yang mengacu pada 2 Korintus 9:6-11, Pendeta Sebastianus menegaskan bahwa Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Menurutnya, memberi tidak hanya berkaitan dengan materi, tetapi juga mencakup pelayanan, perhatian, dan segala bentuk kebaikan yang dilakukan dengan hati yang tulus tanpa paksaan.
Ia menjelaskan bahwa sikap sukacita seharusnya tercermin dalam setiap pekerjaan dan tanggung jawab sehari-hari. Apa pun profesi yang dijalani, baik sebagai pegawai, tenaga kesehatan, guru, maupun pelayan gereja, semuanya perlu dikerjakan dengan hati yang ikhlas dan penuh rasa syukur kepada Tuhan.

Pendeta Sebastianus juga mengutip Amsal 17:22 yang menyatakan bahwa hati yang gembira adalah obat yang manjur. Menurutnya, sukacita memiliki dampak positif bagi kehidupan seseorang, baik secara rohani maupun dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Sebaliknya, semangat yang patah dapat melemahkan kehidupan seseorang.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyinggung kisah Nehemia yang wajahnya terlihat muram saat melayani raja. Dari kisah itu, ia mengingatkan bahwa kondisi hati seseorang sering kali tercermin melalui sikap dan ekspresi yang tampak. Karena itu, umat diajak menjaga hati agar tetap bersukacita meskipun menghadapi berbagai tantangan hidup.
Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan tidak akan pernah lepas dari persoalan. Namun, menurutnya, orang percaya tetap dapat memiliki sukacita karena Roh Kudus memberikan penghiburan dan kekuatan untuk menghadapi setiap pergumulan. Sukacita yang berasal dari Tuhan, kata dia, tidak dapat diukur dengan harta maupun materi.
Lebih lanjut, Pendeta Sebastianus mengajak umat untuk mengerjakan setiap tugas seperti yang dinasihatkan Rasul Paulus dalam surat Kolose, yakni bekerja seperti untuk Tuhan dan bukan semata-mata untuk manusia. Dengan demikian, setiap pekerjaan dapat menjadi bentuk pelayanan dan ungkapan syukur atas anugerah keselamatan yang diberikan Tuhan.
Menutup renungannya, ia mengajak umat Kristiani untuk terus mengucap syukur dalam segala keadaan dan menjadikan sukacita sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, hati yang dipenuhi sukacita akan memampukan seseorang menjadi berkat bagi sesama serta menjalani hidup dengan lebih bermakna di hadapan Tuhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....