Wali Kota Makassar Tekankan Integritas dalam Pelaksanaan SPMB 2026

  • 23 Jun 2026 12:56 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 berjalan secara jujur, adil, dan transparan. Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan arahan kepada para kepala sekolah yang baru dilantik di lingkungan Pemerintah Kota Makassar tepatnya di Tribun Karebosi, Selasa, 23 Juni 2026.

Dalam kesempatan itu, Munafri menyampaikan pelaksanaan SPMB 2026 telah berlangsung sehingga para kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk mengawal proses penerimaan peserta didik baru agar berjalan sesuai aturan dan prinsip keadilan. Ia menilai keberhasilan SPMB menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.

“Saya menitipkan amanah yang sangat berat namun mulia kepada bapak ibu kepala sekolah yang baru dilantik ini. Hari ini pelaksanaan SPMB 2026 telah berlangsung. Kawal dan sukseskan SPMB 2026 secara jujur, adil, transparan, dan penuh integritas,” kata Munafri.

Menurutnya, seluruh jajaran sekolah harus bekerja profesional dalam setiap tahapan penerimaan murid baru. Ia secara khusus meminta para verifikator di sekolah untuk menjalankan tugas verifikasi dan validasi data dengan cermat agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Munafri menegaskan proses verifikasi data menjadi kunci untuk memastikan seluruh peserta memperoleh hak yang sama. Karena itu, ia memerintahkan seluruh verifikator untuk melaksanakan pemeriksaan dokumen dan validasi data sebaik-baiknya sesuai ketentuan yang berlaku.

Lebih lanjut, Wali Kota Makassar mengingatkan agar tidak ada lagi praktik-praktik yang dapat mencederai integritas penyelenggaraan pendidikan. Ia mengaku tidak ingin mendengar adanya polemik maupun keluhan masyarakat yang muncul akibat proses penerimaan murid baru yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Saya tidak ingin lagi ada riak-riak negatif. Saya tidak ingin lagi ada praktik moral budaya titip-menitip atau tindakan transaksional yang akan mencederai hak anak-anak kita. Ingat, sekolah adalah hak moral, bukan tempat berjualan beli sekolah. Jika proses masuknya saja dicoreng dengan ketidakjujuran, maka kita sedang merancang kehancuran masa depan,” tegasnya.

Munafri menambahkan seluruh anak di Kota Makassar berhak memperoleh akses pendidikan yang adil tanpa diskriminasi dan tanpa intervensi kepentingan tertentu. Oleh karena itu, seluruh unsur sekolah diminta menjaga profesionalisme dan integritas selama pelaksanaan SPMB berlangsung.

Munafri berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lancar, akuntabel, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik. Dengan komitmen bersama dari kepala sekolah, guru, dan seluruh pemangku kepentingan, proses penerimaan murid baru diharapkan mampu menciptakan sistem pendidikan yang lebih berkualitas dan berkeadilan bagi anak-anak Makassar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....