Pelaksanaan MBG melalui Kantin, Disdik Pangkep Tunggu Juknis Resmi

  • 23 Jun 2026 12:53 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Wacana pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kantin sekolah di daerah terpencil kini tengah menjadi perbincangan hangat. Kebijakan ini dinilai sebagai salah satu solusi strategis untuk mengatasi kendala distribusi logistik yang kerap membayangi wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep, Hasbullah dalam Program Makassar Menyapa Pagi pada Selasa, 23 Juni 2026 mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh program tersebut apabila telah resmi diputuskan oleh pemerintah pusat. Namun, hingga saat ini pihak dinas masih menantikan petunjuk teknis (juknis) resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai acuan pelaksanaan di lapangan.

"Karena ini baru wacana, terkait itu mungkin nanti pemerintah melalui BGN itu harus ada juknis semacam petunjuk teknis, petunjuk pelaksanaan, terkait kegiatan MPG di Satuan Pendidikan di masing-masing sekolah. Karena kalau tidak ada itu, mungkin mereka akan tidak ada arah mereka untuk melaksanakan kegiatan tersebut,” jelas Hasbullah.

Diketahui, Kabupaten Pangkep sendiri memiliki karakteristik demografis yang sangat menantang, meliputi wilayah pegunungan tinggi hingga gugusan kepulauan yang luas. Kondisi geografis yang ekstrem ini menjadi faktor krusial yang harus dipertimbangkan matang-matang dalam skema distribusi logistik program MBG agar tepat sasaran.

Hasbullah memaparkan bahwa tantangan terbesar berada di wilayah kepulauan 3T seperti Kecamatan Liukang Kalmas dan Liukang Tangaya yang jaraknya sangat memprihatinkan. Jarak tempuh yang sangat jauh menggunakan kapal perintis menjadi kendala teknis utama yang hingga kini membuat wilayah tersebut belum tersentuh simulasi MBG.

“Untuk sampai ke pulau itu di luar itu yang terdekat itu butuh waktu. Kalau pakai perintis, pulau terdekatnya itu 23 jam. Kalau yang terjauhnya itu butuh waktu 48-50 jam. Karena itu berdekatan dengan Lombok, di wilayah Nusa Tenggara Barat,” jelas Hasbullah.

Tidak hanya wilayah laut, wilayah pegunungan di Pangkep seperti di Kecamatan Tondong Tallasa dan Balocci juga memiliki hambatan aksesibilitas yang tinggi. Terdapat beberapa sekolah dasar dan menengah di daerah pedalaman yang sama sekali tidak dapat dijangkau oleh kendaraan roda empat.

Selama ini, distribusi kebutuhan pokok masyarakat dan sekolah di wilayah tersebut terpaksa mengandalkan sepeda motor yang telah dimodifikasi secara khusus agar bisa melewati medan jalan yang curam. Dengan adanya wacana pengalihan pengelolaan MBG langsung ke kantin sekolah, Hasbullah menilai hal tersebut dapat meminimalisir risiko kerusakan makanan siap saji akibat waktu tempuh pengantaran yang lama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....