Pemkot Makassar-BKKBN Sulsel Perkuat Kolaborasi Percepatan Penanganan Stunting

  • 22 Jun 2026 22:29 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Hal tersebut ditandai dengan pertemuan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dengan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Fatmawati, di Balai Kota Makassar, Senin 22 Juni 2026.

Kunjungan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus langkah awal mempererat kolaborasi antara BKKBN Sulsel dan Pemkot Makassar dalam menjalankan berbagai program pembangunan keluarga, khususnya pencegahan dan penanganan stunting.

Fatmawati menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi sangat penting untuk menyukseskan program-program Kemendukbangga/BKKBN. Menurutnya, penanganan stunting harus dilakukan sejak dini melalui pendekatan yang terintegrasi dan melibatkan berbagai pihak.

"Kami memiliki banyak program yang dijalankan melalui kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk program penanganan stunting," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut baik penguatan kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh program pembangunan keluarga di Kota Makassar harus berjalan secara terintegrasi melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta perangkat daerah terkait.

Munafri menekankan bahwa percepatan penurunan stunting tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Menurutnya, penanganan stunting memerlukan langkah yang terukur, berkelanjutan, serta didukung data yang akurat hingga tingkat keluarga.

"Stunting ini musuh besar kita. Semua sumber daya yang kita miliki harus diarahkan untuk memastikan penanganan stunting berjalan maksimal," tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan kesehatan anak, tetapi juga dipengaruhi kondisi ekonomi keluarga, lingkungan tempat tinggal, sanitasi, hingga pola pengasuhan. Karena itu, kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah dan berbagai pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran.

Selain itu, Munafri menekankan pentingnya program pendampingan yang berkelanjutan bagi keluarga berisiko stunting. Menurutnya, bantuan yang diberikan harus mampu menciptakan dampak jangka panjang hingga keluarga benar-benar keluar dari kondisi rentan stunting.

"Yang kita butuhkan adalah program yang berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sesaat. Pendampingan harus dilakukan sampai keluarga tersebut benar-benar keluar dari risiko stunting," katanya.

Sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan keluarga, Pemkot Makassar juga terus mengembangkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti urban farming, pemanfaatan lahan pekarangan, serta berbagai program yang bertujuan mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

"Kalau kita belum bisa menambah penghasilan masyarakat secara langsung, maka kita harus membantu mengurangi bebannya. Tujuannya sama, yakni menjaga daya beli dan meningkatkan kesejahteraan keluarga," tutup Munafri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....