UGM Terjunkan 28 Mahasiswa KKN-PPM di Kecamatan Benteng Selayar

  • 21 Jun 2026 13:09 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menerjunkan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tahun 2026. Sebanyak 28 mahasiswa yang tergabung dalam KKN-PPM UGM Unit Tanai Tanadoang akan melaksanakan pengabdian masyarakat selama 50 hari di Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Kegiatan pengabdian tersebut akan dilaksanakan di tiga wilayah subunit, yakni Kelurahan Benteng, Kelurahan Benteng Selatan, dan Kelurahan Benteng Utara. Tim Tanai Tanadoang terdiri atas mahasiswa lintas disiplin ilmu yang berasal dari empat klaster keilmuan, yaitu saintek, sosial-humaniora, medika, dan agro.

Keberangkatan tim menuju Kabupaten Kepulauan Selayar dijadwalkan pada Sabtu, 20 Juni 2026 dan diperkirakan tiba pada Senin, 22 Juni 2026. Selama masa pengabdian, mahasiswa akan hidup, belajar, dan bekerja bersama masyarakat untuk mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang dirancang berdasarkan potensi serta kebutuhan lokal.

Menariknya, tahun 2026 menjadi kali pertama Kecamatan Benteng dipilih sebagai lokasi pelaksanaan KKN-PPM UGM. Kehadiran Unit Tanai Tanadoang sekaligus menandai terbukanya kolaborasi baru antara UGM dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat.

Mengusung tema “Optimalisasi Potensi Daerah Menuju Coastal Resilience Area melalui Integrasi Circular Economy, Digitalisasi Sektor Publik, Penguatan Kesehatan Lingkungan, serta Sustainable Community-Based Tourism untuk Mewujudkan Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar yang Berdikari dan Berkelanjutan”, Tim Tanai Tanadoang berupaya mendorong pembangunan wilayah pesisir yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan tata kelola masyarakat secara berkelanjutan.

Tema tersebut dipilih berdasarkan hasil identifikasi kondisi dan potensi wilayah Kecamatan Benteng yang menunjukkan peluang besar dalam pengembangan kawasan pesisir yang tangguh (coastal resilience). Sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi Kabupaten Kepulauan Selayar, Kecamatan Benteng memiliki posisi strategis dalam mendorong pembangunan daerah. Namun demikian, sejumlah tantangan seperti pengelolaan lingkungan, penguatan pelayanan publik, optimalisasi potensi ekonomi lokal, serta pengembangan pariwisata berbasis masyarakat masih memerlukan perhatian dan kolaborasi berbagai pihak.

Melalui pendekatan circular economy, tim KKN akan mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien dan berkelanjutan. Pada sektor digitalisasi publik, program yang dirancang bertujuan mendukung tata kelola data dan pelayanan masyarakat yang lebih efektif. Selain itu, penguatan kesehatan lingkungan dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan kawasan pesisir.

Di bidang pariwisata, Tim Tanai Tanadoang mengembangkan pendekatan sustainable community-based tourism atau pariwisata berbasis masyarakat berkelanjutan. Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengelolaan dan pengembangan potensi wisata sehingga manfaat ekonomi, sosial, dan budaya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat lokal.

Koordinator Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit Tanai Tanadoang 2026, Syafina Azzahra Ridwan P., menyampaikan bahwa berbagai program yang akan dijalankan telah disusun melalui proses persiapan yang panjang dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat setempat.

“Kami memandang KKN bukan sekadar pelaksanaan program kerja, tetapi ruang untuk membangun kolaborasi dan belajar bersama masyarakat. Melalui pendekatan yang partisipatif, kami berharap program-program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat yang relevan sekaligus mendukung potensi besar yang dimiliki Kecamatan Benteng,” ujarnya, Minggu, 21 Juni 2026.

Sebagai bagian dari persiapan keberangkatan, Tim Tanai Tanadoang telah melaksanakan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar pada 17 Juni 2026. Pertemuan tersebut menjadi agenda pelaporan akhir kesiapan tim sekaligus forum koordinasi menjelang pelaksanaan KKN.

Audiensi dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Kepulauan Selayar, Hizbullah, yang menyampaikan apresiasi dan antusiasme pemerintah daerah terhadap pelaksanaan KKN-PPM UGM di Kecamatan Benteng. “Kami sangat antusias menyambut kedatangan adik-adik KKN UGM dan terima kasih sudah memilih Selayar sebagai lokasi pengabdian. Harapannya program kerja yang dijalankan dapat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM UGM Unit Tanai Tanadoang, Wiwien Widyawati R., menegaskan bahwa KKN merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk mengembangkan kemandirian, kepemimpinan, dan kemampuan berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat. “KKN menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang dimiliki, tetapi juga belajar memahami realitas sosial serta menghadirkan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Berbagai program yang akan dijalankan mendapatkan respons positif dari pemerintah daerah dan diharapkan dapat menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Melalui KKN-PPM Tahun 2026, UGM kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.

Dengan semangat kolaborasi, pemberdayaan, dan pembelajaran bersama, Tim Tanai Tanadoang berharap dapat tumbuh bersama masyarakat Kecamatan Benteng serta menghadirkan dampak yang berkelanjutan bagi pembangunan Kabupaten Kepulauan Selayar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....