Wali Kota Makassar Soroti Pentingnya Mitigasi Kebakaran di Pemukiman Padat

  • 18 Jun 2026 20:36 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kebakaran yang melanda kawasan pada penduduk tepatnya Jalan Sultan Alauddin III, Kota Makassar, menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Makassar. Peristiwa yang menghanguskan 11 rumah dan berdampak pada 113 jiwa itu dinilai sebagai pengingat pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya kebakaran.

Saat meninjau lokasi kejadian, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, tidak hanya memastikan penyaluran bantuan kepada korban, tetapi juga mengajak masyarakat menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran bersama untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin meninjau lokasi kebakaran. Foto RRI Qiswa.

Menurut Munafri, sejumlah faktor yang sering dianggap sepele dapat menjadi pemicu terjadinya kebakaran di lingkungan permukiman. Karena itu, warga diminta lebih berhati-hati dalam penggunaan peralatan rumah tangga maupun sumber api.

“Bantuan yang disalurkan banyak, baik logistik makanan, perlengkapan pakaian, dan material bangunan. Saya pikir ini akan memberikan perhatian yang baik bagi para korban. Tapi yang lebih penting bagaimana masyarakat melihat kejadian ini untuk mendapatkan pelajaran bahwa yang namanya sambungan listrik, kompor, obat nyamuk, dan puntung rokok ini bisa saja jadi pemicu kebakaran,” ujar saat ditemui di lokasi kebakaran, Kamis, 18 Juni 2026.

Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, terutama di wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Menurutnya, mitigasi kebakaran harus menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengurangi risiko kerugian yang lebih besar.

Munafri mendorong setiap lingkungan permukiman memiliki akses terhadap alat pemadam kebakaran sederhana atau mengetahui lokasi sumber air terdekat yang mudah dijangkau ketika terjadi keadaan darurat. “Mitigasi kebakaran ini harus ada di wilayah-wilayah khususnya yang padat penduduk. Harus disediakan alat pemadam kebakaran atau tahu di mana sumber air yang gampang diakses karena pemadam tidak akan selalu cepat sampai di lokasi, meskipun teman-teman Damkar sudah bekerja sangat maksimal untuk memadamkan api,” katanya.

Ia menambahkan kemampuan masyarakat dalam merespons situasi darurat menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak kebakaran. Namun demikian, langkah terbaik tetaplah pencegahan sejak dini dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi sumber api di lingkungan sekitar. Harapannya, musibah serupa tidak kembali terjadi dan keselamatan warga dapat lebih terjamin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....