ANANDA Jadi Strategi Cegah Penyalahgunaan Narkoba pada Anak
- 18 Jun 2026 13:16 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar – Implementasi Gerakan ANANDA (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai Dari Anak) menjadi salah satu strategi penting dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda. Program yang menekankan perlindungan anak sejak dini tersebut dibahas dalam Program SANKSI di PRO1 RRI Makassar edisi Rabu, 17 Juni 2026.
Dialog yang dipandu Risna Supratio itu menghadirkan narasumber Andi Werru Kambau, SH, Penyuluh Narkoba Ahli Madya BNNP Sulawesi Selatan, yang mengikuti siaran secara daring. Dalam kesempatan tersebut, Andi Werru Kambau menjelaskan bahwa Gerakan ANANDA merupakan program yang bertujuan membangun ketahanan anak terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan edukatif dan preventif. Program ini menyasar anak-anak sebagai generasi penerus bangsa agar memiliki pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan untuk menolak berbagai bentuk penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan mereka.
Menurutnya, maraknya peredaran narkotika yang menyasar kelompok usia muda menjadi alasan utama mengapa pencegahan harus dimulai sejak dini. Anak-anak dan remaja merupakan kelompok yang rentan terpengaruh oleh lingkungan dan pergaulan sehingga memerlukan penguatan karakter, pengawasan, serta pendampingan dari berbagai pihak.
“Gerakan ANANDA hadir sebagai upaya membangun daya tangkal anak terhadap bahaya narkoba. Semakin dini edukasi diberikan, semakin besar peluang kita menciptakan generasi yang sadar akan risiko penyalahgunaan narkotika dan mampu melindungi dirinya dari pengaruh negatif,” jelas Andi Werru Kambau.
Ia menegaskan bahwa implementasi Gerakan ANANDA dilakukan melalui sinergi berbagai stakeholder, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga media massa. Kolaborasi tersebut diperlukan agar pesan-pesan pencegahan narkoba dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Andi Werru menjelaskan bahwa keberdayaan stakeholder diwujudkan melalui berbagai kegiatan seperti sosialisasi bahaya narkoba, pembentukan relawan anti narkotika, penguatan lingkungan pendidikan yang ramah anak, serta peningkatan kapasitas keluarga dalam mengawasi dan membimbing anak-anak mereka. Dengan cara tersebut, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab BNN, tetapi juga menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.
“Ketika keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah bergerak bersama, maka anak-anak akan memiliki lingkungan yang kuat untuk tumbuh dan berkembang tanpa narkoba. Inilah esensi dari Gerakan ANANDA, yaitu membangun perlindungan dari berbagai sisi melalui sinergi dan keberdayaan stakeholder,” ujarnya.
Di akhir dialog, Andi Werru Kambau mengajak masyarakat untuk tidak bersikap apatis terhadap ancaman narkotika yang terus berkembang. “Mari jadikan pencegahan narkoba sebagai tanggung jawab bersama. Mulailah dari keluarga dengan membangun komunikasi yang baik dengan anak, memberikan edukasi sejak dini, dan menciptakan lingkungan yang positif. Dengan kolaborasi seluruh stakeholder, kita dapat mewujudkan generasi emas Indonesia yang sehat, produktif, dan bersih dari narkoba,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....