Cuaca Ekstrem, Tujuh Kecamatan di Luwu Utara Terendam Banjir
- 16 Jun 2026 18:29 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara resmi menetapkan status tanggap darurat bencana banjir menyusul tingginya intensitas curah hujan yang melanda wilayah tersebut sejak pertengahan Mei 2026. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Luwu Utara, Agunawan, dalam Program Kentongan pada Selasa, 16 Juni 2026 menyebutkan bahwa curah hujan yang mencapai 700 mm pada bulan lalu telah memicu meluapnya delapan sungai besar di wilayah tersebut.
“Terkait banjir Luwu Utara ini memang tergantung dengan intensitas hujan. Musim hujan ini terbagai dua, hujan lebat dan hujan rendah. Untuk saat ini, sejak banjir luwu utara di tanggal 13 Mei lalu itu sudah memasuki tahap hujan tinggi, dimana pada bulan Mei tercatat oleh BMKG merilis sampai 700 mm, berdampak pada 7 kecamatan dengan 29 desa,” jelas Agunawan.
Akibat kondisi cuaca ekstrem ini, tercatat sebanyak 7 kecamatan dan 29 desa terdampak banjir dengan tingkat kedalaman air yang bervariasi. Menghadapi situasi ini, BPBD telah mengaktifkan sistem peringatan dini melalui Early Warning System (EWS) yang terpasang di hulu Sungai Masamba dan Sungai Baebunta.
Langkah ini didukung dengan koordinasi intensif melalui perangkat desa untuk memastikan informasi kenaikan debit air segera tersampaikan kepada warga di bantaran sungai. Hal ini juga dikarenakan luwu utara yang mempunyai delapan sungai besar.
Selain itu, sebagai langkah antisipasi tahunan, desa-desa di bantaran sungai telah dibekali pelatihan mitigasi untuk menjadi desa tangguh bencana. Saat peringatan kenaikan debit sungai diterima, koordinasi segera dilakukan melalui kepala desa via WhatsApp.
“Pada saat posisi ada peringatan terkait sudah meluapnya sungai-sungai ini, maka teman-teman sudah melalui WA ini, melalui kepala desa sudah mengantisipasi, sudah memberikan informasi bahwa air sudah terjadi peninggian. Kemudian teman-teman kepala desa masing-masing wilayah sudah informasikan kepada warga untuk bersiap-siap untuk melakukan mitigasi mandiri,” jelas Agunawan.
Agunawan menambahkan bahwa pemerintah daerah juga terus mempercepat perbaikan tanggul-tanggul sungai yang jebol dengan bantuan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang. Pihaknya bersinergi dengan TNI, Polri, dan instansi terkait untuk memastikan distribusi logistik tetap berjalan meskipun menghadapi medan yang cukup menantang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....