Kembangkan Potensi Hortikultura, Pemprov Sulsel Salurkan Bibit Bersertifikasi
- 16 Jun 2026 12:51 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berkomitmen memperluas kawasan sentra hortikultura dengan menyalurkan ratusan ribu bibit durian dan alpukat unggul kepada kelompok tani. Langkah strategis ini diambil guna merespons tingginya permintaan pasar nasional terhadap varietas premium.
Plt. Kepala Bidang Hortikultura Dinas TPH Bun Sulsel, Sarijuddin dalam Program Kiprah Sulsel pada Senin 15 Juni 2026 mengungkapkan data dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Sulsel, distribusi bibit gratis dilakukan secara konsisten dari tahun ke tahun. Dikatakan, pada tahun 2024, pemerintah menggelontorkan sekitar 260.000 pohon bibit durian ke berbagai kabupaten kota.
Sarijuddin menegaskan Program ini berlanjut pada tahun 2025 dengan penyaluran 7.000 pohon, dan disusul 10.000 pohon durian pada tahun 2026 demi menjaga keberlanjutan produksi. Sarijuddin memastikan bahwa seluruh bibit yang disalurkan ke masyarakat memiliki legalitas yang jelas
“Yang jelas, kalau produk itu enak dimakan, manis dimakan, pasti bersertifikat. Karena salah satu kunci kualitas itu adalah, awalnya juga bagus. Dan rata-rata durian musangking dijual di pinggir jalan itu hasil bantuan kami pemerintah Provinsi Selatan. Karena pernah hampir semua,” ungkap Sarijuddin.
Penggunaan bibit bersertifikat resmi dari Balai Sertifikasi Hortikultura di Maros ini menjadi garansi awal bahwa buah yang dihasilkan nantinya akan memiliki cita rasa yang unggul dan bernilai jual tinggi. Meskipun demikian, diakui bahwa lompatan besar industri buah memerlukan dukungan modal dari pihak swasta atau investor berskala besar.
Keterbatasan modal petani lokal membuat kawasan hortikultura di Sulsel masih didominasi oleh perkebunan rakyat berskala kecil. Masuknya investasi swasta dinilai menjadi satu-satunya kunci untuk membangun hilirisasi dan regulasi kawasan sentra yang kuat.
“Sebetulnya pengembangan durian dan alpukat di Sulsel itu masih berskala kecil. Karena belum ada pengusaha skala besar yang mencoba membangun sebuah perusahaan besar antara durian dengan alpukat. Mudah-mudahan nanti ke depan ada investor ingin membangun pengembangan durian di Sulsel supaya lebih bagus tingkat pengolahannya, apalagi tingkat pemasarannya, sehingga nanti ke depan kualitas itu bisa di ekspor kemana-mana,” tutup Sarijuddin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....