Potensi Ekspor Durian dan Alpukat Sulsel Terganjal Sistem Pertanian Manual

  • 16 Jun 2026 12:50 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Komoditas durian dan alpukat asal Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menunjukkan tren peningkatan produksi yang menjanjikan dalam tiga tahun terakhir. Sayangnya, potensi emas di sektor hortikultura ini belum mampu menembus pasar ekspor internasional.

Plt. Kepala Bidang Hortikultura Dinas TPH Bun Sulsel, Sarijuddin dalam Program Kiprah Sulsel pada Senin 15 Juni 2026 menyebut kendala utama yang dihadapi oleh para petani lokal yaitu masih minimnya penerapan teknologi modern, baik dalam proses budidaya maupun penanganan pasca-panen. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengakui bahwa sebagian besar sistem pertanian hortikultura di wilayahnya masih berjalan secara konvensional dan manual.

“Dia hanya menanam saja, asal tumbuh dan berkembang. Dia enggak perhatikan bagaimana cara mengelola, memelihara. Kemudian aspek penanganan pasca panen. Belum semua petani menerapkan teknologi pasca panen yang baik,” jelas Sarijuddin.

Sistem pertanian manual berdampak langsung pada standardisasi kualitas buah yang dihasilkan. Tanpa adanya standardisasi yang ketat, produk buah lokal dinilai belum mampu bersaing dengan komoditas serupa dari negara-negara produsen besar Asia Tenggara.

Sarijuddin menegaskan kualitas buah yang ada saat ini baru sebatas memenuhi kebutuhan pasar domestik. Pola pikir sebagian petani yang belum mengutamakan aspek pemeliharaan berkelanjutan menjadi salah satu pemicu utama stagnasi ini.

“Selama ini kan kita menanam durian itu hasilnya hanya konsumsi masyarakat. Kita ekspor, saya pikir belum sampai ke sana. Makanya kita selalu berikan bimbingan teknis kepada petani bagaimana cara memelihara, membudayakan tanaman durian dan alpukat supaya bisa diekspor,” ujar Sarijuddin.

Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulsel terus berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai bimbingan teknis. Para penyuluh pertanian di tingkat kabupaten dikerahkan untuk mendampingi petani agar beralih ke pola budidaya yang baik (Good Agricultural Practices), seperti pemberian pupuk, pemeliharaan setiap bulan, dan pengelolaan sehingga menghasilkan buah yang bagus berstandar ekspor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....