Solusi Kemacetan dan Pungli, Pemkot Makassar Siapkan Building Parkir Terintegras
- 16 Jun 2026 12:21 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Kota Makassar menyiapkan konsep building parking atau gedung parkir terintegrasi sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan parkir liar, pungutan liar (pungli), dan kemacetan akibat kendaraan yang parkir di badan jalan. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta Perumda Parkir Makassar Raya melakukan terobosan melalui penataan sistem perparkiran yang lebih modern, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Berbagai laporan yang masuk soal parkir liar banyak sekali. Kita mau ada solusi, sebisa mungkin satu lokasi yang dijadikan percontohan building penataan parkir,” kata Munafri saat memimpin rapat koordinasi bersama Direksi Perumda Parkir Makassar Raya di Balai Kota Makassar, Senin 15 Juni 2026.
Menurut Munafri, kawasan pusat keramaian seperti Boulevard dan Pengayoman dinilai potensial menjadi lokasi percontohan (pilot project) pembangunan gedung parkir bertingkat yang didukung sistem digitalisasi parkir. Ia menegaskan, persoalan parkir tidak bisa lagi ditangani dengan pola konvensional. Kehadiran fasilitas parkir yang terpusat diharapkan mampu mengurangi kendaraan yang parkir di badan jalan sekaligus menekan praktik parkir liar yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
“Kita mau solusi untuk penataan parkir. Lokasi percontohan bisa di kawasan pusat keramaian seperti Boulevard atau Pengayoman dengan konsep building parkir dan digitalisasi parkir,” ujarnya.
Munafri menilai reformasi sektor perparkiran menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kota yang lebih tertib, nyaman, dan modern. Model pengelolaan parkir berbasis gedung dan teknologi tersebut diharapkan dapat direplikasi di berbagai kawasan strategis lainnya di Kota Makassar.
Selain menyiapkan pembangunan infrastruktur parkir, Pemkot Makassar juga mendorong transformasi pelayanan melalui penerapan sistem pembayaran non-tunai dan pengawasan berbasis teknologi guna meningkatkan transparansi serta meminimalkan kebocoran pendapatan daerah. Dalam rapat tersebut, Munafri juga meminta Perumda Parkir segera mengkaji sejumlah lahan kosong strategis yang berpotensi dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan fasilitas parkir terintegrasi.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian berada di Jalan Metro Tanjung Bunga, khususnya di sekitar area Trans Studio Mall Makassar dan Phinisi Point. Menurutnya, penggunaan bahu jalan sebagai area parkir di kawasan tersebut kerap memicu kemacetan, diperparah dengan aktivitas keluar-masuk kendaraan dan keberadaan juru parkir liar.
“Kalau ada lahan kosong yang memungkinkan untuk dimanfaatkan sementara melalui kerja sama atau sewa, itu bisa menjadi langkah awal menghadirkan percontohan building parking,” katanya.
Munafri juga menekankan pentingnya pembenahan perilaku dan pelayanan juru parkir di lapangan. Ia meminta seluruh jukir yang berada di bawah pembinaan Perumda Parkir agar mengedepankan pendekatan humanis dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Menurutnya, masih ditemukan praktik penarikan parkir yang tidak semestinya, termasuk di lokasi yang telah memasang papan informasi parkir gratis namun tetap ada oknum yang meminta bayaran kepada pengunjung. “Yang paling penting adalah bagaimana jukir-jukir ini bisa lebih humanis kepada masyarakat. Jangan sampai di tempat yang sudah jelas bertuliskan parkir gratis, masih ada orang yang muncul meminta uang parkir. Ini yang menjadi persoalan dan harus segera dibenahi,” tegasnya.
Pemkot Makassar berharap langkah penataan melalui pembangunan gedung parkir terintegrasi, digitalisasi sistem pembayaran, serta pembinaan juru parkir dapat menjadi solusi konkret dalam mengurangi parkir liar, pungli, dan kemacetan di Kota Makassar secara bertahap dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....