Wali Kota Makassar Ajak APINDO Jadi Pelopor Gerakan Ramah Lingkungan

  • 11 Jun 2026 12:44 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajak kalangan dunia usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) untuk berperan aktif mendukung gerakan pemilahan sampah dan penguatan program lingkungan hidup di Kota Makassar. Ajakan tersebut disampaikan saat menerima audiensi pengurus APINDO Sulsel di Balai Kota Makassar, Kamis 11 Juni 2026.

Dalam pertemuan itu, Munafri menegaskan bahwa persoalan sampah dan lingkungan hidup tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha. "Sehingga dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk dunia usaha, untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya," ujarnya.

Menurut Munafri, Pemerintah Kota Makassar terus mendorong berbagai program pemberdayaan lingkungan, seperti urban farming, komposter, Teba Modern, hingga penguatan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle). Ia menilai kolaborasi dengan dunia usaha akan memperluas dampak program-program tersebut.

"Kalau kita bisa berkolaborasi dengan dunia usaha, dampaknya akan jauh lebih besar. Kita ingin membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah, kemudian diperkuat di lingkungan sekolah dan kawasan permukiman," katanya.

Munafri menjelaskan, salah satu bentuk dukungan yang dapat dilakukan APINDO adalah membantu penyediaan fasilitas penampungan sampah plastik di sekolah-sekolah dan lingkungan masyarakat. Program tersebut dinilai memungkinkan diterapkan di sekitar 300 Sekolah Dasar (SD) dan 50 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Makassar.

Sampah plastik yang telah dipilah, seperti botol plastik dan kemasan lainnya, dapat dikumpulkan pada titik-titik tertentu sebelum dikelola melalui sistem pengolahan sampah yang telah disiapkan pemerintah.

"Kita bisa siapkan tempat-tempat penampungan sampah plastik di lingkungan sekolah. Anak-anak kita ajarkan sejak dini untuk memilah sampah. Ini menjadi investasi budaya yang sangat penting untuk masa depan kota," jelasnya.

Munafri menilai dukungan dunia usaha terhadap gerakan lingkungan tidak selalu membutuhkan biaya besar. Menurutnya, komitmen dan keberpihakan terhadap isu lingkungan merupakan nilai utama yang perlu dibangun bersama.

Ia juga mendorong APINDO menjadi pelopor organisasi usaha yang mendukung lingkungan hidup, sekaligus memperkuat komitmen terhadap konsep green economy dan blue economy yang kini menjadi perhatian global. "Isu lingkungan saat ini menjadi isu yang sangat krusial. Bahkan tidak harus dengan biaya besar, cukup menunjukkan komitmen dan dukungan nyata terhadap gerakan lingkungan," ujarnya.

Lebih lanjut, Munafri mengungkapkan semangat pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan akan diperkenalkan kepada para tamu internasional yang hadir pada Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Juni 2026 di Makassar. Kota Makassar ditunjuk sebagai tuan rumah kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia tersebut dan akan menghadirkan sekitar 32 duta besar dari berbagai negara.

Momentum itu akan dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi investasi, perdagangan, serta praktik-praktik baik pengelolaan lingkungan yang telah dijalankan masyarakat Makassar. Munafri berharap keterlibatan dunia usaha dalam mendukung pemilahan sampah, pengurangan sampah plastik, dan penguatan ekonomi sirkular dapat menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

"Yang kita bangun bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi gerakan bersama yang memberikan dampak nyata. Kita ingin menunjukkan bahwa Makassar serius membangun kota yang bersih, berkelanjutan, dan ramah lingkungan dengan dukungan seluruh elemen, termasuk dunia usaha," tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....