Wali Kota Makassar Terima Kunjungan Delegasi Uni Eropa

  • 11 Jun 2026 12:39 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima kunjungan resmi Antoine Ripoll di ruang kerja Wali Kota Makassar, Balai Kota Makassar, Rabu 10 Juni 2026. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan serta membuka peluang kerja sama antara Uni Eropa dan Kota Makassar, khususnya di bidang investasi, pendidikan, pembangunan berkelanjutan, hingga penguatan hubungan antarlembaga.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu, Antoine Ripoll menyampaikan apresiasi atas perkembangan pesat Kota Makassar dan transformasi yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir. "Sebuah kehormatan bagi saya bisa berada di sini. Ini adalah langkah yang sangat luar biasa. Saya melihat perubahan besar yang terjadi dalam 30 tahun terakhir. Kerja yang sangat baik dan terima kasih atas sambutan yang diberikan hari ini," ujarnya.

Antoine menjelaskan, hubungan antara Uni Eropa dan Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat baik dan terus berkembang di berbagai sektor. Ia juga menyoroti semakin eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis yang ditandai dengan peningkatan kerja sama di bidang pertahanan dan investasi.

"Hari ini kita melihat hubungan yang sangat baik antara Prancis dan Indonesia. Banyak perkembangan positif yang terjadi, baik di sektor pertahanan maupun investasi. Ini menunjukkan hubungan kedua negara terus bergerak maju," katanya.

Dalam kunjungannya ke Makassar, Antoine dijadwalkan memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin mengenai diplomasi parlemen (parliamentary diplomacy). Menurutnya, peran parlemen semakin penting dalam mendukung diplomasi antarnegara, terutama ketika jalur diplomasi tradisional menghadapi berbagai tantangan.

Salah satu isu strategis yang turut dibahas adalah penyelesaian perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa. Antoine menyebut proses negosiasi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun kini memasuki tahap akhir dan diharapkan segera diratifikasi oleh parlemen kedua pihak.

"Harapan kami tahun depan Parlemen Indonesia dan Parlemen Uni Eropa dapat meratifikasi CEPA. Jika itu terwujud, maka akan membuka peluang investasi yang lebih besar dan menciptakan lapangan kerja baru, termasuk bagi kota-kota seperti Makassar," ungkapnya.

Ia menambahkan, Uni Eropa memandang Indonesia sebagai mitra strategis utama di kawasan Asia Tenggara. Melalui berbagai program kerja sama, Uni Eropa berkomitmen mendukung target Indonesia menjadi negara maju pada 2045 melalui investasi, pembangunan ekonomi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Antoine juga mengaku terkesan dengan perkembangan Makassar yang dinilainya sebagai kota dinamis dengan potensi besar sebagai gerbang Indonesia Timur. Keberadaan perguruan tinggi, komunitas anak muda, serta posisi strategis kota dinilai menjadi modal penting dalam menarik investasi dan memperluas kerja sama internasional.

"Saya melihat banyak hal positif di Makassar. Kota ini memiliki komunitas muda yang sangat dinamis dan berperan sebagai pintu gerbang Indonesia Timur. Potensi ini sangat besar," ujarnya.

Bahkan, ia berencana mendorong Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia yang baru agar menjadikan Makassar sebagai salah satu destinasi kunjungan awal selain Jakarta. "Saya akan menyampaikan kepada duta besar baru Uni Eropa agar tidak hanya datang ke Jakarta, tetapi juga ke Makassar, Sulawesi, dan wilayah Indonesia Timur lainnya. Kawasan ini sangat penting untuk masa depan kerja sama kita," tambahnya.

Antoine juga menyoroti momentum 50 tahun hubungan ASEAN dan Uni Eropa yang akan diperingati pada 2027. Menurutnya, peringatan tersebut diharapkan menjadi tonggak peningkatan hubungan menuju Comprehensive Strategic Partnership yang dapat membuka ruang kerja sama lebih luas, termasuk peningkatan investasi asing langsung di daerah.

"Bagi kami, hubungan ini bukan hanya soal diplomasi. Yang paling penting adalah bagaimana investasi dapat hadir dan membantu kota-kota seperti Makassar berkembang melalui berbagai proyek pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik kunjungan delegasi Uni Eropa tersebut. Menurutnya, pertemuan ini menjadi peluang strategis bagi Makassar untuk memperluas jejaring kerja sama internasional.

Munafri menegaskan bahwa Makassar sebagai gerbang utama Indonesia Timur terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendorong investasi, pengembangan sumber daya manusia, inovasi perkotaan, dan pembangunan berkelanjutan. "Ini penting untuk pengembangan sumber daya manusia, inovasi perkotaan, hingga pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi perhatian Uni Eropa terhadap perkembangan Makassar dan kawasan Indonesia Timur. Menurutnya, hubungan yang semakin erat antara Indonesia dan negara-negara Uni Eropa dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi daerah.

"Terima kasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan kepada Kota Makassar. Kami sangat terbuka untuk berbagai bentuk kolaborasi yang dapat mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Munafri.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri turut memaparkan potensi sektor pariwisata Indonesia yang dinilai dapat berkembang pesat melalui pengelolaan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa Makassar memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan, jasa, pendidikan, dan pariwisata di kawasan timur Indonesia.

"Karena itu, pemerintah kota terus berupaya membangun kemitraan global yang dapat mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan daya saing daerah," tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....