Dharma Raksita Raksati Menjaga Dharma menuju Perayaan Galungan
- 10 Jun 2026 22:15 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar – Nilai-nilai dharma atau kebenaran menjadi fondasi utama dalam kehidupan umat Hindu. Hal tersebut dibahas dalam Program Hindu Dharma PRO1 RRI Makassar edisi Rabu, 10 Juni 2026, dengan menghadirkan narasumber I Ketut Mundra, S.Ag., Penyuluh Agama Hindu Sulawesi Selatan. Dalam dialog tersebut, ia menjelaskan makna ajaran “Dharma Raksita Raksati” yang memiliki pesan mendalam tentang pentingnya menjaga kebenaran dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut I Ketut Mundra, ungkapan “Dharma Raksita Raksati” berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti dharma yang dilindungi akan melindungi. Ajaran ini mengingatkan umat agar senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai kebenaran, kejujuran, kebajikan, dan tanggung jawab dalam menjalankan kehidupan. “Dharma bukan hanya ajaran yang dipahami secara teoritis, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Ketika seseorang menjaga dharma, maka dharma akan menjaga dan menuntun kehidupannya menuju kedamaian dan kebahagiaan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penerapan dharma dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menghormati orang tua, menjaga hubungan harmonis dengan sesama, bekerja dengan jujur, serta menjaga lingkungan sekitar. Menurutnya, kehidupan yang berlandaskan dharma akan menciptakan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.
Dalam dialog tersebut, I Ketut Mundra juga menekankan bahwa tantangan kehidupan modern sering kali membuat manusia tergoda untuk mengabaikan nilai-nilai kebenaran demi kepentingan sesaat. “Karena itu, ajaran Dharma Raksita Raksati menjadi pengingat agar umat tetap teguh pada prinsip moral dan etika. Kadang seseorang merasa jalan yang benar lebih sulit ditempuh, tetapi dharma mengajarkan bahwa kebenaran pada akhirnya akan memberikan perlindungan dan membawa manfaat yang lebih besar bagi kehidupan,” ujarnya.
Pembahasan mengenai Dharma Raksita Raksati menjadi semakin relevan menjelang perayaan Hari Raya Galungan yang akan dirayakan umat Hindu. Galungan merupakan momentum suci yang memperingati kemenangan dharma melawan adharma atau kebenaran atas kejahatan. Perayaan ini mengajak umat untuk melakukan introspeksi diri dan memperkuat keyakinan terhadap nilai-nilai kebajikan.
I Ketut Mundra menjelaskan bahwa semangat Galungan tidak hanya diwujudkan melalui upacara keagamaan, tetapi juga melalui perilaku sehari-hari yang mencerminkan dharma. “Makna Galungan sesungguhnya adalah kemenangan dalam diri manusia ketika mampu mengendalikan sifat-sifat negatif dan menegakkan nilai kebenaran. Inilah hubungan yang sangat erat antara perayaan Galungan dengan ajaran Dharma Raksita Raksati,” katanya.
Melalui program tersebut, I Ketut Mundra mengajak seluruh umat Hindu untuk menjadikan ajaran Dharma Raksita Raksati sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Menjelang Hari Raya Galungan, ia mengingatkan agar umat tidak hanya mempersiapkan sarana upacara, tetapi juga membersihkan pikiran, perkataan, dan perbuatan agar selaras dengan nilai-nilai dharma.
“Mari kita sambut Galungan dengan memperkuat sraddha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat untuk selalu berada di jalan kebenaran. Jika kita menjaga dharma dalam kehidupan, maka dharma akan senantiasa melindungi dan membawa kita menuju kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh berkah,” pesan I Ketut Mundra.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....