Rehabilitasi Iman bagi Penjudi Dimulai dari Taubat

  • 10 Jun 2026 21:56 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Judi, khususnya judi online, telah menjadi salah satu persoalan sosial yang mengancam berbagai kalangan masyarakat. Tidak sedikit orang yang terjebak dalam lingkaran perjudian hingga mengalami kerugian finansial, konflik keluarga, bahkan kehilangan ketenangan hidup. Namun, dalam Islam, pintu tobat selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin kembali ke jalan yang benar.

Dalam Obrolan Apresiasi Budaya Lokal, pada hari Selasa, 9 Juni 2026, Ustadz Laode Maulana Sidig Hasan, S.Pd.I., M.Pd., dari Ikatan Dai Muda Indonesia (IDMI), menegaskan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan seseorang yang ingin keluar dari jerat judi adalah membangun kesadaran dan penyesalan yang tulus atas perbuatannya.

“Rehabilitasi iman itu dimulai dari kesadaran bahwa judi bukan sekadar kesalahan ekonomi, tetapi juga masalah spiritual yang menjauhkan seseorang dari Allah SWT. Langkah pertama adalah mengakui kesalahan, menyesali perbuatan tersebut, lalu memiliki tekad kuat untuk berhenti,” ujarnya.

Menurutnya, banyak orang gagal berhenti berjudi karena hanya fokus pada kerugian materi, tetapi belum menyadari dampak kerusakan iman yang ditimbulkannya. Padahal, dalam Islam, tobat yang sungguh-sungguh harus diawali dengan penyesalan dan komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama.

Ustadz Laode menjelaskan bahwa setelah muncul kesadaran dan penyesalan, seseorang perlu segera mendekatkan diri kepada Allah melalui salat, istighfar, dan doa. Ia menyebut salat tobat sebagai salah satu sarana untuk memulihkan hubungan seorang hamba dengan Tuhannya sekaligus menenangkan hati yang selama ini diliputi kegelisahan akibat perjudian.

“Jangan menunggu menjadi baik dulu baru mendekat kepada Allah. Justru ketika merasa paling banyak dosa, saat itulah kita harus lebih sering bersujud dan memohon ampunan-Nya,” katanya.

Lebih lanjut, ia menilai rehabilitasi iman juga harus dibarengi dengan rehabilitasi lingkungan. Seseorang yang ingin berhenti berjudi perlu menjauhi segala akses, aplikasi, kelompok pertemanan, atau aktivitas yang dapat memancing dirinya kembali terjerumus.

“Kalau dulu waktu luangnya dipakai untuk berjudi, maka harus diganti dengan kegiatan yang positif. Ikut pengajian, olahraga, kegiatan sosial, atau aktivitas produktif lainnya. Kebiasaan buruk tidak cukup dihentikan, tetapi harus diganti dengan kebiasaan yang baik,” jelasnya.

Ustadz Laode juga mengingatkan bahwa proses tobat tidak selalu berjalan mulus. Ada kemungkinan seseorang mengalami godaan untuk kembali berjudi. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah menyerah ketika sedang berjuang memperbaiki diri.

“Allah tidak melihat seberapa sering kita jatuh, tetapi seberapa sungguh-sungguh kita bangkit dan kembali kepada-Nya. Jangan putus asa dari rahmat Allah,” tuturnya.

Ia berharap masyarakat yang masih terjebak dalam perjudian berani mengambil langkah pertama untuk berubah. Menurutnya, rehabilitasi iman bukan hanya tentang meninggalkan judi, tetapi juga membangun kembali kehidupan yang lebih tenang, bermakna, dan diridhai Allah SWT.

“Mulailah dengan tobat yang tulus. Dari situlah proses penyembuhan hati dan kehidupan akan dimulai,” pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....