Inovasi Perpustakaan Sulsel, Tingkatkan Minat Baca Usia Dini
- 10 Jun 2026 13:26 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan terus melakukan terobosan baru guna meningkatkan minat baca pada generasi muda sejak usia dini. Melalui inovasi yang diinisiasi sejak tahun 2019, pemerintah daerah menghadirkan layanan Perpustakaan Ibu dan Anak yang terletak di Jalan Lanto Daeng Pasewang, Makassar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Jufri dalam Program Kiprah Sulsel pada Selasa, 9 Juni 2026 mengungkapkan bahwa langkah ini diambil untuk mendobrak stigma lama masyarakat yang memandang perpustakaan sebagai tempat yang kaku, membosankan, dan harus selalu hening.Perpustakaan modern harus mampu bertransformasi melampaui fungsinya di masa lalu.
“Saat ini perpustakaan lebih dari sekedar menyimpan buku, tempat dimana orang bisa datang membaca. Perpustakaan hari ini bertransformasi untuk juga menyesuaikan dengan tuntutan kebutuhan dari masyarakat, termasuk tuntutan kebutuhan untuk anak-anak kita,” jelas Jufri.
Jufri mengatakan bahwa saat ini, tempat penampungan buku didesain sedemikian rupa agar adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak. Konsep yang diusung tidak lagi membebani anak untuk langsung membaca buku tebal, melainkan memadukan unsur literasi, edukasi, dan wahana permainan.
"Fasilitas yang dihadirkan di perpustakaan ramah anak terbilang sangat ramah terhadap karakteristik tumbuh kembang anak. Selain menyediakan sekitar 1.900 judul buku cetak yang kaya akan visual, perpustakaan ini juga dilengkapi dengan Pojok Baca Digital (Pocadi) yang memuat kurang lebih 3.000 judul digital," kata Jufri.
Anak-anak yang datang dibebaskan untuk mengeksplorasi ruangan, bermain balok, bahkan mencoba fasilitas kendaraan mainan tanpa harus merasa terkekang oleh aturan-aturan formal perpustakaan konvensional. “Jadi nggak langsung mengajak anak untuk membaca gitu ya. Membuat suasana senang dulu ke anaknya. Jadi begitu dia datang, dia bermain, sambil dia lihat itu buku-buku yang tersimpan di rak-rak,” jelas Jufri.
Keunikan lain dari pelayanan ini adalah keterlibatan aktif para orang tua, khususnya kaum ibu, yang mendampingi buah hati mereka. Sambil menunggu anak-anak bermain dan membaca, para ibu diberikan ruang untuk melakukan kegiatan produktif seperti berdiskusi tentang resep masakan hingga membuat kerajinan tangan.
Saat ini, antusiasme sekolah-sekolah di Sulawesi Selatan, mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Taman Kanak-Kanak (TK), sangat tinggi untuk berkunjung. Layanan ini terbuka untuk umum setiap hari kerja mulai pukul 08.00 hingga 16.00 wita tanpa dipungut biaya atau kewajiban pendaftaran keanggotaan yang rumit di awal kedatangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....