Kemacetan Kota Ancam Headway Transulsel
- 08 Jun 2026 14:28 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Kemacetan lalu lintas di sejumlah titik kota menjadi tantangan nyata dalam menjaga konsistensi jadwal operasional Transulsel. Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan kini mempertimbangkan penambahan fitur notifikasi real-time di aplikasi Transulsel sebagai solusi komunikasi kepada pengguna yang menunggu di halte.
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Setyawan D.S., menjelaskan bahwa sistem headway Transulsel dirancang melepas satu armada setiap 15 hingga 20 menit dari titik keberangkatan. Namun kondisi lalu lintas yang tidak dapat diprediksi, termasuk kemacetan di sejumlah ruas jalan maupun perlambatan akibat perbaikan jalan, kerap membuat jarak antararmada di lapangan tidak konsisten.
"Pernah kejadian ada mobil Transulsel itu numpuk, ternyata sudah banyak keluhan dari para pengguna yang menunggu. Setelah saya mencari tahu, ternyata memang terhambat karena kondisi jalan di lintas yang mengalami kemacetan," ujar Setyawan dalam program Kiprah Sulawesi Selatan RRI Pro 1 Makassar, Minggu, 7 Juni 2026.
Beberapa ruas yang kerap menjadi titik hambat antara lain kawasan Jembatan Barombong pada koridor 1, serta area sekitar Fakutas Teknik Kampus Univesitas Hasanddin Gowa yang saat ini sedang dalam proses perbaikan jalan. Kondisi ini paling terasa pada jam sibuk pagi dan sore hari, dan berdampak langsung pada pengalaman pengguna yang sudah menunggu di titik pemberhentian.
Merespons kondisi tersebut, Dinas Perhubungan menerima masukan agar aplikasi Transulsel dilengkapi fitur notifikasi otomatis setiap kali armada mengalami keterlambatan akibat gangguan lalu lintas. Fitur ini dinilai penting agar pengguna dapat menyesuaikan waktu keberangkatan dari rumah atau tempat mereka berada. "Mungkin akan kami buat semacam notifikasi bahwa kendaraan ini sedang mengalami kemacetan, sehingga bisa diketahui oleh para pengguna yang menunggu di titik pemberhentian," kata Setyawan.
Aplikasi Transulsel saat ini sudah tersedia di Google Play Store dan memungkinkan pengguna memantau posisi bus secara langsung. Namun fitur pemberitahuan gangguan perjalanan akibat kemacetan atau perbaikan jalan belum tersedia dan masih dalam tahap pengembangan.
Peningkatan fitur aplikasi ini menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan layanan Transulsel, seiring jumlah pengguna yang pada awal Juni 2026 sudah melampaui 550.000 perjalanan untuk tiga koridor aktif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....