Transulsel Siap Jangkau 24 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan
- 08 Jun 2026 14:27 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan konsep ambisius perluasan layanan transportasi massal Transulsel hingga menjangkau seluruh 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Pengembangan ini dirancang bertahap dengan mengintegrasikan berbagai simpul transportasi darat di seluruh provinsi.
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Setyawan D.S., mengungkapkan bahwa kajian terhadap 11 koridor di kawasan Mamminasata sudah dilakukan jauh sebelumnya. Rintisan program transportasi antardaerah sendiri sudah berjalan sejak 2024 melalui program Trans Andalan Hati yang melayani 10 kabupaten/kota.
"Kami sudah membuat konsep bahwa 24 kabupaten kota yang ada di Sulawesi Selatan akan dilayani oleh program transportasi massal, bahkan masing-masing sudah terintegrasi di terminal dan fasilitas yang ada," kata Setyawan dalam program Kiprah Sulawesi Selatan RRI Pro 1 Makassar, Minggu, 7 Juni 2026.
Dalam konsep pengembangan tersebut, Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar akan menjadi salah satu titik koneksi baru yang dihubungkan ke Terminal Malengkeri, kemudian berlanjut ke Terminal Campak Bungaya, bahkan hingga Terminal Takalar. Armada hanya berhenti di terminal resmi agar tidak mengganggu angkutan yang sudah ada.
Dinas Perhubungan juga mengadaptasi konsep sistem sharing transportasi antardaerah yang telah berhasil diterapkan di Kalimantan Timur melalui program Banjar Bakula. Pengambilan data dan informasi dasar untuk program ini disebut sudah berjalan, dengan target implementasi pada tahun 2026.
Setyawan juga menyinggung potensi pengembangan tempat penitipan kendaraan di titik-titik pemberhentian strategis sebagai bagian dari konsep park and ride. Saat ini, halaman Kantor Dinas Perhubungan sudah dimanfaatkan secara informal oleh pengguna yang menitipkan kendaraan sebelum naik bus koridor 2. "Harapan kami ada kolaborasi antara kami dengan pemerintah daerah terkait sama angkutan feeder, sehingga transportasi massal ini bisa lebih maksimal," ungkapnya.
Gubernur Sulawesi Selatan menargetkan agar koridor yang sudah mandiri secara finansial, seperti koridor 5 yang load factor-nya sudah di atas 100 persen, kelak bisa dilepas dari subsidi. Anggaran yang ada kemudian dialihkan untuk membuka rute-rute baru yang belum terlayani demi pemerataan pembangunan transportasi di seluruh Sulawesi Selatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....