DJKN Sosialisasikan Lelang Resmi di CFD Makassar

  • 07 Jun 2026 09:51 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Sulseltrabar) memanfaatkan momentum Car Free Day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, untuk mengedukasi masyarakat mengenai layanan lelang yang dapat diakses melalui platform lelang.go.id. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan 118 tahun lelang di Indonesia pada Minggu, 7 Juni 2026.

Kepala Kanwil DJKN Sulseltrabar, Wibawa Pram Sihombing, mengatakan kegiatan sosialisasi di ruang publik menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan layanan lelang kepada masyarakat secara lebih luas. Menurutnya, masih banyak warga yang belum memahami mekanisme maupun manfaat lelang yang diselenggarakan pemerintah.

Kepala Kanwil DJKN Sulseltrabar, Wibawa Pram Sihombing yang mengenakan baju berwarna putih. Foto RRI Qiswa.

“Melalui kegiatan CFD ini kami ingin masyarakat lebih mengenal apa itu lelang dan bagaimana cara memanfaatkan layanan di lelang.go.id. Kegiatan ini memang rutin kami adakan setiap tahun dan kebetulan hari ini juga menjadi momentum peringatan 118 tahun lelang di Indonesia. Intinya adalah edukasi dan komunikasi dengan masyarakat agar warga bisa memanfaatkan lelang sekaligus ikut menggerakkan perekonomian Kota Makassar,” ujar Wibawa saat ditemui di CFD Jenderal Sudirman, Minggu, 7 Juni 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Kanwil DJKN Sulseltrabar menggelar simulasi lelang dengan barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti minyak goreng, gula pasir, dan sabun pencuci piring. Simulasi ini dirancang untuk memberikan gambaran langsung kepada masyarakat mengenai proses pelaksanaan lelang yang transparan dan mudah diikuti.

Wibawa menjelaskan barang yang ditampilkan dalam simulasi kali ini sengaja dipilih dalam skala kecil agar masyarakat dapat lebih fokus memahami mekanisme lelang. Sementara itu, barang-barang yang umumnya dilelang melalui DJKN memiliki nilai yang lebih besar, seperti kendaraan bermotor, rumah, tanah, maupun ruko.

“Hari ini kami hanya menghadirkan simulasi lelang dengan barang-barang sederhana seperti minyak goreng, gula pasir, dan sabun pencuci piring. Biasanya yang dilelang itu mobil, motor, rumah, tanah, atau ruko. Ke depan tidak menutup kemungkinan kami menghadirkan barang-barang yang lebih besar agar masyarakat bisa melihat secara nyata dan semakin memahami bahwa proses lelang itu seperti ini,” kata Wibawa.

Selain memperkenalkan mekanisme lelang, kegiatan sosialisasi tersebut juga bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan lelang. DJKN mencatat masih ada masyarakat yang menjadi korban penipuan melalui pesan singkat maupun media digital yang mengaku sebagai penyelenggara lelang resmi.

Menurut Wibawa, rendahnya pemahaman masyarakat tentang sistem lelang sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, DJKN terus berupaya meningkatkan edukasi dan sosialisasi agar masyarakat dapat membedakan antara layanan lelang resmi pemerintah dengan praktik penipuan.

Melalui kegiatan CFD ini, ia berharap masyarakat semakin mengenal layanan lelang resmi yang tersedia melalui lelang.go.id maupun balai lelang yang berizin. Selain memberikan kesempatan memperoleh berbagai aset secara legal dan transparan, lelang juga menjadi instrumen yang dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat karena memungkinkan warga mendapatkan barang seperti kendaraan bermotor dengan harga yang kompetitif dibandingkan harga pasar pada umumnya.

Adapun dari pantauan di lokasi, antusias warga untuk menyaksikan langsung cara lelang dan membeli barang-barang lelang cukup tinggi. Nampak warga terus berdatangan dan mendaftarkan diri untuk mencoba ikut dalam kegiatan lelang tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....