Haji Usai, Saatnya Membawa Perubahan Karakter Hidup

  • 07 Jun 2026 10:04 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Rangkaian ibadah haji tahun ini secara resmi telah selesai dilaksanakan oleh jemaah Indonesia pada 26 Mei 2026 yang lalu. Meskipun ritual fisik di tanah suci telah usai, nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya justru baru dimulai dalam kehidupan sehari-hari sekembalinya jemaah ke tanah air.

Komisi Hubungan Luar Negeri Dan Kerjasama Internasional MUI Sulsel, Andi Abdul Hamzah dalam Program Mutiara Pagi pada Minggu, 7 Juni 2026 menekankan bahwa ibadah haji bukan hanya sekadar gerakan tubuh dan bacaan di lisan semata. Haji merupakan sebuah proses pembentukan hati yang diharapkan mampu membawa perubahan besar dalam karakter hidup seorang muslim.

“Nabi Muhammad SAW, manusia yang agung yang mengajarkan kepada kita bahwa ibadah itu bukan hanya gerakan tubuh ya tetapi juga ibadah itu adalah pembentukan hati. Ibadah itu bukan hanya bacaan dilisan tetapi juga perubahan dalam kehidupan,” ujar Andi Abdul Hamzah.

Saat berihram, semua atribut duniawi seperti pakaian dinas, simbol kekayaan, dan tanda jabatan harus ditanggalkan tanpa terkecuali. Hal ini menjadi pengingat bahwa di hadapan Allah SWT, kedudukan manusia adalah sama dan yang membedakan hanyalah tingkat ketakwaannya.

“Di situ Allah seakan mengingatkan bahwa manusia boleh berbeda kedudukan di mata manusia tetapi di hadapan Allah yang membedakan itu hanyalah takwanya. Bagai setelah haji, ya semangat ikhram harus tetap hidup. Apa artinya? Artinya bahwa seorang muslim itu harus belajar rendah hati,” lanjut Andi Abdul Hamzah.

Dikatakan, esensi kemabruran haji juga diuji melalui komitmen spiritual dalam bentuk ketaatan terhadap perintah agama. Kalimat talbiah yang berbunyi Labbaikallahumma Labbaik harus diwujudkan menjadi respons nyata saat mendengar kumandang azan maupun ketika melihat sesama membutuhkan bantuan. Komitmen moral tersebut ditandai dengan kemampuan jemaah dalam membentengi diri dari godaan korupsi, dusta, serta perbuatan zalim

Sifat kesombongan, iri hati, kedengkian, dan kerakusan ego harus mampu dikalahkan demi mencapai kemenangan sejati. Haji yang mabrur pada akhirnya akan membekas pada perubahan akhlak yang lebih jujur, sabar, dermawan, serta bermanfaat bagi masyarakat luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....