Tema ‘Legacy of Love’ Warnai Perayaan Waisak 2570 BE di Makassar
- 01 Jun 2026 20:42 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Perayaan Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE)/2026 M di Sulawesi Selatan berlangsung meriah melalui rangkaian Makassar Vesak Festival 2026 yang diselenggarakan pada 30–31 Mei 2026 di Benteng Rotterdam, Makassar. Mengusung tema “Legacy of Love: Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”. Kegiatan ini digelar oleh Permabudhi Sulawesi Selatan sebagai ruang refleksi, penguatan persaudaraan, serta peneguhan nilai-nilai perdamaian dan kemanusiaan.
Rangkaian festival dimulai pada 30 Mei 2026 dengan kegiatan bedah buku Legacy of Love, hasil kolaborasi Permabudhi Sulawesi Selatan bersama Komunitas Diskusi Buku Bareng, Komunitas Jalan Bareng, dan penerbit Ehipassiko. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan meditasi dan doa bersama yang dipimpin oleh Bhikkhu Vappa.
Pada puncak perayaan Waisak, pada Minggu, 31 Mei 2026, digelar refleksi cinta kasih dan kemanusiaan yang melibatkan berbagai komunitas lintas iman serta organisasi yang bergerak di bidang perdamaian. Rangkaian acara ditutup dengan Sannipata Waisak Sulawesi Selatan, yang diisi dengan gathering dan ramah tamah lintas elemen masyarakat sebagai wujud kebersamaan dan harmoni dalam keberagaman.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat lintas iman. Hadir di antaranya Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Makassar, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan beserta jajaran, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), majelis-majelis agama Buddha, organisasi keagamaan, serta berbagai komunitas sosial.
Ketua Permabudhi Sulawesi Selatan, Yonggris menjelaskan Waisak memperingati tiga peristiwa suci dalam kehidupan Buddha Gautama, yaitu kelahiran, pencapaian Penerangan Sempurna, dan Parinibbana. Menurutnya, tema tahun ini menegaskan bahwa perdamaian dunia hanya dapat terwujud melalui cinta kasih yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Perdamaian lahir dari cinta kasih. Ketika cinta diwujudkan dalam pikiran, ucapan, dan perbuatan, maka kedamaian dalam hati akan tumbuh dan melahirkan perdamaian dunia,” ujarnya.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengapresiasi kontribusi Permabudhi Sulawesi Selatan dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendukung pembangunan daerah. Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa kolaborasi lintas agama dan budaya merupakan fondasi penting dalam menjadikan Makassar sebagai kota yang semakin toleran, inklusif, dan harmonis.
Makassar Vesak Festival 2026 menjadi simbol nyata kerukunan, persaudaraan, dan semangat gotong royong di Sulawesi Selatan. Melalui momentum ini, Permabudhi Sulawesi Selatan berharap nilai-nilai cinta kasih, kebijaksanaan, kepedulian sosial, serta penghormatan terhadap keberagaman dapat terus diwariskan demi terwujudnya masyarakat yang damai, harmonis, dan berkeadaban.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....