Menjaga Kemurnian Haji Mabrur di tengah Masyarakat

  • 01 Jun 2026 11:40 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Memasuki pertengahan bulan Dzulhijah, sebagian besar jemaah haji telah menyelesaikan seluruh rangkaian manasik di Tanah Suci Mekah dan Madinah. Setelah melewati fase krusial mulai dari Tarwiyah, puncak wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, hingga tawaf ifadah, jemaah kini bersiap untuk kembali ke tanah air.

Anggota Komisi Fatwa MUI Prov. Sulsel, Yusri Muhammad Arsyad dalam Program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Makassar pada Minggu, 31 Mei 2026 mengungkapkan momen kepulangan ini memicu refleksi mendalam mengenai esensi dari pencapaian predikat haji yang mabrur di tengah masyarakat. Haji mabrur merupakan aset spiritual yang luar biasa bagi umat Islam.

“Menjadi haji mabrur ini adalah merupakan aset luar biasa bagi kita umat Islam. Kembali ke tanah Suci, dalam keadaan disucikan oleh Allah. Nah, kemudian hidup di masyarakat kita menyebarkan keselamatan,” jelas Yusri.

Dikatakan, jemaah yang berhasil meraihnya diyakini kembali ke tanah air dalam kondisi fitrah dan disucikan dari dosa-dosa layaknya bayi yang baru lahir. Status spiritual baru ini diharapkan mampu membawa dampak positif yang masif bagi lingkungan sekitar jemaah.

Yusri menjelaskan indikator utama kemabruran seorang jemaah justru baru diuji secara nyata setelah mereka menginjakkan kaki kembali di rumah. Perubahan perilaku yang drastis dari kebiasaan buruk menjadi baik menjadi tolok ukur utama yang kasat mata.

Jemaah haji yang mabrur idealnya akan lebih menjaga lisannya, meningkatkan salat berjemaah, serta memperbanyak zikir dalam kesehariannya. “Tapi bagaimana kita melaksanakan nilai-nilai haji itu seakan-akan kita membawa Mekah dimana-mana. Membawa tanah suci dimana-mana. Artinya bagaimana kita mensucikan diri kita, menciptakan nilai-nilai keIslaman dimanapun kita berada,” ungkap Yusri.

Yusri juga menyebut, tantangan pasca haji juga semakin berat ketika dihadapkan pada konsistensi antara perkataan dan perbuatan di lingkungan sosial. Diharapkan, umat Islam untuk terus saling menasihati dan mendoakan para jemaah haji agar tetap istikamah. Dengan demikian, kepulangan jemaah haji benar-benar mampu menyebarkan rahmat, keselamatan, dan kemaslahatan bagi keluarga serta masyarakat luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....