Keterbatasan Bukan Penghalang, ITMI Sulsel Konsisten Mandiri Berkurban

  • 01 Jun 2026 10:53 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Sulawesi Selatan kembali menunjukkan eksistensinya melalui pelaksanaan ibadah kurban mandiri pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Langkah nyata ini menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang bagi para penyandang disabilitas netra untuk ikut berbagi kepada sesame.

Anggota Dewan Suro sekaligus Ketua Panitia Kurban Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Sulawesi Selatan, Mustafa dalam Program Ruang Disabilitas Pro 1 RRI Makassar pada Sabtu, 30 Mei 2026 menyebut Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Sulawesi Selatan secara konsisten mengumpulkan komitmen dari para anggotanya agar bisa menjadi pemberi kurban, bukan sekadar penerima bantuan. Hal ini dilakukan ITMI sejak tahun 2017 hingga sekarang.

“Kita kepengen agar para tunanetra itu jangan hanya bisa menadahkan tangan, pastikan memberi. Jadi salah satu harapan kita, bagaimana supaya para tunanetra juga bisa memberi. Itu salah satu tujuan dari ITMI. Dan Alhamdulillah, kegiatan kita ini sudah berlangsung dari tahun 2017 sampai sekarang,” jelas Mustafa.

Program tahunan ini didasari oleh semangat juang yang tinggi untuk mengangkat martabat para tunanetra di tengah masyarakat luas. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari tahap perencanaan hingga pengelolaan anggaran, murni bersumber dari hasil jerih payah internal anggota organisasi itu sendiri.

“Hampir 100 persen di dalam kepanitian kurban itu adalah rekan-rekan kita, tunanetra. Kecuali di dalam hal penimbangan, yaitu kita butuh orang awas (non disabilitas). Jadi hampir 100 persen itu Tunanetra semuanya,” ungkap Mustafa.

Mustafa menegaskan bahwa mereka sengaja memprioritaskan kemandirian finansial tanpa bergantung pada proposal bantuan pemerintah. Meskipun dinamika ekonomi penuh tantangan, ITMI Sulsel bersyukur karena kesadaran beragama para anggotanya yang telah berpenghasilan dinilai sangat tinggi.

“Tujuan kita dari ITMI bukan mencari bantuan, tapi kita mau memberi begitu. Jadi kita usahakan, apa yang dikurbankan ini adalah hasil jeri payah dari teman-teman, bukan dari pemerintah,” tutup Mustafa.

Melalui program inspiratif ini, stigma bahwa kelompok disabilitas selalu menjadi beban sosial berhasil ditepis secara perlahan. Keinginan kuat dan keikhlasan yang tulus menjadi modal utama mereka dalam menyukseskan ibadah kurban kali ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....