Pemprov Sulsel Dorong Pembentukan Desa Tematik Ekspor

  • 31 Mei 2026 22:18 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa terus mendorong agar desa mampu berinovasi meningkatkan produktivitas ekonomi wilayah, salah satunya dengan menghadirkan desa tematik yaitu mengelolah komiditi unggulan lokal mereka sehingga memiliki nilai dengan menargetkan pasar ekspor. Untuk itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Sulsel Muh Saleh menjelaskan sesuai dengan arahan dari pusat, saat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Transmigrasi agar dibentuk desa-desa tematik, dengan potensi yang dimiliki oleh desa ini berbeda-beda.,

"Sesuai arahan yang ingin dilakukan adalah membentuk desa-desa tematik dengan potensi komiditi yang dimiliki, di mana melalui program ini diharapkan desa bisa berkembang termasuk menjadi desa ekspor. Tahun ini Pemprov telah memberikan bantuan kepada desa-desa yang memiliki potensi, misalnya wilayah penghasil kopi dibantu mesin roaster sehingga mereka tidak menjual dalam bentuk mentah," kata Saleh, Minggu, 31 Mei 2026.

Lebih jauh, Saleh menambahkan bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan kepada desa untuk dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya, setiap desa memiliki komidti unggulan masing-masing. “Bantuan diberikan sebagai bentuk dukungan Pemprov, kami tidak memberikan dalam anggaran karena memang ada aturannya, nanti akan tetap dievaluasi untuk memastikan tepat sasaran,”paparnya

Dengan mendorong komiditi unggulan ini,tentunya diharapkan bisa menyasar pangsa pasar yang lebih luas, tentunya masalah kualitas juga menjadi perhatian,”Dukungan riil yang diberikan oleh pemerintah provinsi tahun ini sengaja diarahkan dalam bentuk barang guna memastikan pemanfaatannya tepat sasaran serta menyesuaikan dengan komoditas unggulannya," ujarnya menambahkan.

Saleh mengakui, jika untuk menjadikan program ini bisa berkembang dilakukan secara bertahap tidak bisa langsung, apalagi banya desa di Sulsel, “untuk menjadikan program ini berkembang pesat tentu tidak bisa instan karena dari 2.260 desa di Sulawesi Selatan tidak bisa langsung semua sekaligus mendapat intervensi. Pembangunan ekonomi ini harus dilakukan secara bertahap dan kami akan terus melakukan evaluasi berkala untuk memastikan apa yang diberikan ke desa ini memang bermanfaat dan berdampak," tutur Saleh,

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....