Gubernur Sulsel Dorong PKK Jadi Penggerak Penurunan Stunting

  • 31 Mei 2026 22:17 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Dalam upaya menurunkan angka stunting di Sulawesi Selatan, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menginginkan adanya keterlibatan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di tingkat desa. Langkah kolaboratif ini sengaja ditempuh guna mempercepat penurunan prevalensi yang saat ini tercatat berada di angka 23,3 persen berdasarkan hasil survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

Meskipun angka tersebut telah menunjukkan tren penurunan yang cukup baik dari capaian sebelumnya yang berada di angka 27,4 persen, intervensi menyeluruh tetap digenjot. Pemerintah daerah menilai pendekatan langsung dari akar rumput menjadi kunci utama agar bantuan gizi yang disalurkan bisa lebih tepat sasaran.

Andi Sudirman menjelaskan, keterlibatan PKK ini diharapkan mereka menjadi motor penggerak utama dalam penanganan stunting."Keterlibatan PKK di desa ini kita harapkan agar bisa menjadi motor penggerak utama, sehingga proses penanganannya benar-benar dilakukan dari bawah karena mereka jauh lebih memahami kondisi daerah masing-masing.”Kata Andi Sudirman Minggu, 31 Mei 2026

Ia menambahkan, nantinya para kader PKK ini mendapatkan pelatihan intensif terlebih dahulu melalui bimbingan teknis (bimtek),”Kami akan latih terlebih dahulu kemudian dijadikan monitoring, evaluasi. Jadi tetap nanti petugas kesehatan yang melaksanakan, tapi kita minta juga keterlibatan PKK untuk pendampingan,” jelas Andi Sudirman

Lanjut Andi Sudirman , nantinya ketika mereka telah mendapatkan bimtek mereka akan memahami juga, “Paling tidak mereka paham terkait masyarakatnya, tahu siapa masyarakatnya yang menjadi bermasalah berkebutuhan khusus terkait masalah gizi. Dan juga dia akan ikut mendampingi sampai proses pemulihan,”terangnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Sulsel, Muh Saleh menjelaskan, melihat pergerakan masif di masyarakat, memang diperlukan pelibatan ibu-ibu secara terstruktur, dan wadah organisasi yang bisa menjangkau hingga ke tingkat paling bawah itu hanyalah PKK. “Di lingkungan desa itu ada kader PKK serta kader Posyandu yang potensinya bisa terus kita intensifkan untuk terlibat langsung dalam penanganan kasus stunting ini," ujar Saleh

Saleh mengungkapkan, PKK ini bisa menjadi ujung tombak untuk keterlibatannya menemukan anak-anak yang terindikasi stunting. “Keunggulan mereka adalah mampu turun langsung sampai ke lapisan bawah masyarakat untuk mendata status kesehatan anak secara akurat melalui metode by name by address," ujarnya

Oleh karena itu, sinergi antara kader PKK dan petugas Posyandu akan terus dipantau secara berkala melalui evaluasi di tingkat kecamatan. Komitmen bersama ini diharapkan mampu membawa Sulawesi Selatan mencapai target pencapaian bebas stunting nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....