Gubernur Sulsel Ingin Kepala Desa Punya Data RTLH

  • 30 Mei 2026 23:35 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menginginkan agar kepala desa bisa terlibat langsung dalam menyukseskan program provinsi maupun pusat. Sejumlah program prioritas yang perlu mendapat perhatian serius di antaranya adalah penanganan stunting, gizi buruk, dan Anak Tidak Sekolah (ATS), termasuk renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang memerlukan data agar tepat sasaran

“Kami ingin pendataan yang bagus, jadi desa diharapkan bisa membuat data, harapannya kedepan masalah data ini sudah siap.Sehingga kalau ada anggaran dari pusat, ada anggaran dari provinsi, ada dari kabupaten, tinggal memilih yang mana menjadi prioritas karena datanya lengkap,”kata Andi Sudirman Sabtu, 30 Mei 2026.

Ia menyatakan yang harus dilakukan adalah mendata dulu, termasuk melalukan verifikasi dan identifikasi biar lebih terarah,”Inilah yang mau kami perbaiki, datanya lengkap sehingga semua bisa lebih akurat, kami punya baseline untuk kerja. Tapi kalau kita tidak punya data yang bagus, baseline susah.” Jelasnya

Ia menambahkan, melalui pendataan ini juga maka sudah bisa terlihat artinya masuk desil satu, “Rumah juga termasuk kategori sangat butuh perhatian paling tinggi, dan kemudian sasarannya juga tepat, karena tentu para kepala desa ini tahu warganya,” ungkapnya

Andi Sudirman menambahkan, para kepala desa ini memiliki peranan penting dalam memastikan seluruh program strategis ini dapat berjalan dengan tepat sasaran di tingkat bawah,"Dengan melibatkan kepala desa di mana pembangunan dilakukan dari bawah, maka desa akan semakin bagus dan memberi dampak positif hingga ke tingkat provinsi," ujarnya

Selain itu, Ia juga menginginkan adanya keterlibatan Ketua PKK Desa, mereka ini bisa menjadi motor penggerak penanganan stunting karena biasanya ibu desa akan lebih paham masalah anak-anak,”Kami harap, para ketua PKK Desa ini, bisa mengambil peranan penting dalam penanganan stunting,” paparnya

Keterlibatan aktif dari seluruh perangkat lini bawah diyakini menjadi kunci utama dalam mempercepat penurunan angka stunting di Sulawesi Selatan. Sinergi yang kuat ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang lebih sehat dan bebas dari masalah putus sekolah.

“Nantinya kader penggerak tersebut akan mendapatkan pelatihan khusus sebelum diterjunkan ke lapangan. Langkah ini diambil agar proses edukasi dan intervensi pemenuhan gizi anak di desa dapat berjalan lebih efektif. “ ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....