Keluarga Ibrahim, Teladan Utama Syukur dan Pengorbanan di Hari Tasyrik
- 30 Mei 2026 19:15 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Hari Tasyrik yang berlangsung pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat rasa syukur, kebersamaan, serta semangat pengorbanan. Momen ini juga tidak dapat dipisahkan dari kisah keteladanan keluarga Nabi Ibrahim AS yang menjadi inspirasi sepanjang zaman.
Menurut Dr. H. Andi Darmawangsa, S. Ag. M. Ag, dalam obrolan Nuansa Fajar, pada hari Jumat, 29 Mei 2026 di Pro 4 RRI Makassar, bahwa keluarga Nabi Ibrahim merupakan gambaran keluarga yang dibangun di atas fondasi iman, keikhlasan, dan kepatuhan kepada Allah SWT. Nilai-nilai tersebut menjadi pelajaran besar yang sangat relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini, khususnya pada momentum Hari Tasyrik.
Ia menjelaskan bahwa kisah Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS bukan sekadar cerita sejarah, tetapi mengandung pesan spiritual yang mendalam tentang arti syukur dan pengorbanan. Nabi Ibrahim menunjukkan ketaatan luar biasa ketika menerima perintah Allah SWT untuk mengorbankan putranya, sementara Nabi Ismail memperlihatkan kesabaran dan kepatuhan yang luar biasa terhadap perintah Tuhan.
“Hari Tasyrik mengajarkan umat Islam untuk memperbanyak rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Dalam kisah keluarga Ibrahim, kita melihat bagaimana mereka tetap berserah diri dan bersyukur meski diuji dengan ujian yang sangat berat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa makna pengorbanan pada Idul Adha dan Hari Tasyrik bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi juga tentang kemampuan manusia mengorbankan ego, keserakahan, serta kepentingan pribadi demi kebaikan yang lebih besar. Nilai inilah yang menjadi inti keteladanan keluarga Nabi Ibrahim.
Selain itu, Hari Tasyrik juga menjadi momentum mempererat hubungan sosial melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan. Semangat berbagi tersebut mencerminkan rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT sekaligus memperkuat solidaritas antar sesama umat manusia.
Dr. Andi Darmawangsa berharap generasi muda dapat meneladani nilai-nilai yang diwariskan keluarga Nabi Ibrahim, seperti keteguhan iman, kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Menurutnya, di tengah kehidupan modern yang penuh tantangan, nilai pengorbanan dan rasa syukur menjadi bekal penting untuk membangun keluarga dan masyarakat yang harmonis.
“Keteladanan keluarga Ibrahim harus menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Syukur membuat manusia lebih tenang, sedangkan pengorbanan melahirkan kepedulian dan keikhlasan dalam hidup bermasyarakat,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....