Sebanyak 13 Dokter Baru Unibos Resmi Diambil Sumpah
- 26 Mei 2026 14:09 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa kembali melahirkan tenaga medis baru melalui prosesi pengambilan sumpah dokter Program Studi Profesi Dokter yang berlangsung khidmat di Gedung Balai Sidang 45 Unibos, Senin, 25 Mei 2026. Sebanyak 13 dokter baru resmi diambil sumpahnya dalam kegiatan tersebut.
Prosesi pengambilan sumpah dihadiri Sekretaris Yayasan Aksa Mahmud H. Baharuddin Rachim, Wakil Rektor I Unibos Dr. Sutia Budi, S.Pi., M.Si., Wakil Rektor III Prof. Dr. Nasrullah, S.T., M.T., IAI, Ketua IDI Kota Makassar dr. Muhammad Ihsan Kitta, M.Kes., Sp.O.T., Subsp.A(K)., FACS, Dekan Fakultas Kedokteran Unibos Dr. dr. Rahmawati Thamrin, Sp.And., jajaran pimpinan fakultas, sivitas akademika, hingga keluarga para dokter baru.
Ketua IDI Kota Makassar, dr. Muhammad Ihsan Kitta, dalam sambutannya menegaskan bahwa prosesi sumpah dokter bukan akhir perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab profesional yang akan dijalani sepanjang hayat sebagai seorang dokter. Ia bahkan menekankan bahwa peserta yang telah dilantik tidak lagi disebut sebagai dokter muda, melainkan sudah menjadi sejawat dalam profesi kedokteran yang memiliki tanggung jawab besar terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
“Mereka bukan lagi dokter muda, tetapi sudah menjadi sejawat kami. Setelah sumpah ini, ada tanggung jawab besar yang melekat seumur hidup sebagai seorang dokter,” ujarnya.
Selain itu, dr. Ihsan juga menyoroti pentingnya pembelajaran berkelanjutan di tengah perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi kesehatan yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, dokter harus terus memperbarui pengetahuan agar mampu mengikuti perkembangan dunia medis modern. “Kalau dokter tidak terus meng-update ilmu, bisa kalah pengetahuan dengan pasien yang lebih dulu mencari informasi dari gadget mereka. Karena itu, dokter harus terus belajar sepanjang hayat,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya etika profesi dan komunikasi yang baik dalam pelayanan kesehatan. Menurutnya, banyak persoalan medis justru muncul akibat lemahnya komunikasi antara dokter dan pasien, bukan hanya karena persoalan kompetensi klinis. “Profesi dokter bukan hanya soal ilmu, tetapi juga bagaimana memperlakukan pasien dengan empati dan komunikasi yang baik. Pasien datang bukan hanya membawa penyakit, tetapi juga rasa takut dan harapan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Ihsan turut memperkenalkan “Buku Putih IDI” yang berisi Kode Etik Kedokteran Indonesia sebagai pedoman moral dan profesional bagi para dokter baru dalam menjalankan praktik kedokteran. Melalui prosesi pengambilan sumpah dokter ini, Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak tenaga medis yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kesehatan modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....