Bullying Anak Disabilitas Ancam Mental dan Lingkungan Sosial

  • 24 Mei 2026 07:38 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kasus bullying terhadap anak disabilitas masih sering terjadi di sekolah hingga media sosial. Kondisi itu berdampak besar terhadap kesehatan mental dan perkembangan sosial anak.

Anak disabilitas kerap menjadi sasaran ejekan, pengucilan, hingga kekerasan verbal dan fisik.

Mereka dianggap berbeda dan sering kesulitan membela diri sendiri. Psikolog Amirah Aminanty Agussalim menjelaskan bullying merupakan perilaku agresif berulang.

Perilaku itu dilakukan sengaja dan bertujuan menyakiti korban yang dianggap lemah.

“Anak berkebutuhan khusus lebih rentan mengalami bullying dibanding anak lainnya,” ujar Amirah, Saat berbincang di ruang disabiltas Pro 1 RRI Makassar, Sabtu, 23 Mei 2026

Ia menyebut hambatan sosial dan komunikasi membuat anak sulit melapor atau mempertahankan diri. Menurutnya, sebagian anak disabilitas mengalami kesulitan membaca situasi sosial di sekitarnya.

Kondisi itu sering membuat mereka dianggap berbeda oleh lingkungan pertemanan.

" Data kekerasan terhadap anak disabilitas juga dinilai cukup mencemaskan berbagai pihak.

Banyak kasus terjadi di ruang publik hingga lingkungan pendidikan," kata Amirah “Ini menjadi kegagalan lingkungan menciptakan tempat aman bagi anak disabilitas."

Ia menilai orang tua dan sekolah harus lebih aktif memberikan perlindungan. "Bullying dapat memicu kecemasan, depresi, hingga penolakan anak pergi ke sekolah," terang Amirah

Sebagian korban bahkan kehilangan rasa percaya diri dan menarik diri dari lingkungan. Amirah mengingatkan anak disabilitas memiliki hak yang sama untuk merasa aman dan dihargai.

Ia berharap masyarakat mulai membangun budaya inklusif dan menghargai setiap perbedaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....