Damkar Maros Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan Kondisi Darurat
- 22 Mei 2026 14:43 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maros menyatakan kesiapan penuh menghadapi potensi kebakaran dan berbagai kondisi kedaruratan lainnya di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat dan musim kemarau yang rawan memicu kebakaran. Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maros, M. Jalaluddin Roem Nurdin mengatakan seluruh sarana dan personel telah dipersiapkan untuk mendukung proses pemadaman maupun operasi penyelamatan di berbagai wilayah di Kabupaten Maros.
Menurutnya, pihaknya saat ini menyiapkan sekitar 18 unit kendaraan operasional dan 128 personel yang siap diterjunkan sewaktu-waktu apabila terjadi kebakaran maupun situasi darurat lainnya.
“Dalam menghadapi kejadian-kejadian seperti ini, kami sudah mempersiapkan segala hal terkait kesiapan sarana dan prasarana pendukung untuk proses pemadaman kebakaran. Ada sekitar 18 kendaraan yang siap dan juga sebanyak 128 personel untuk melaksanakan kegiatan pemadaman,” ujarnya, Jumat, 22 Mei 2026.
Ia menjelaskan, kesiapan tersebut tidak hanya difokuskan pada pemadaman api, tetapi juga mencakup berbagai operasi penyelamatan atau rescue yang kini menjadi bagian dari tugas utama pemadam kebakaran. Menurut Jalaluddin, seluruh kecamatan di Maros memiliki potensi risiko kebakaran. Namun, wilayah Kecamatan Maros dinilai menjadi salah satu kawasan yang paling rawan karena tingginya aktivitas industri dan kepadatan kegiatan masyarakat.
“Potensi kebakaran ada di seluruh kecamatan, namun yang paling memungkinkan terjadi ada di wilayah Kecamatan Maros karena banyak kegiatan industri dan aktivitas masyarakat di sana. Karena itu kami juga menyiapkan posko atau sektor di wilayah tersebut,” katanya.
Selain penanganan kebakaran, Damkar Maros juga aktif menjalankan berbagai operasi penyelamatan seperti animal rescue, water rescue, hingga penanganan situasi yang membahayakan keselamatan manusia. Jalaluddin menyebutkan, tugas penyelamatan tersebut mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 yang memberikan kewenangan kepada dinas pemadam kebakaran untuk melakukan upaya penyelamatan dalam kondisi darurat.
Hingga Mei 2026, Damkar Maros tercatat telah melaksanakan sebanyak 204 operasi penyelamatan di berbagai lokasi dan jenis kejadian. “Untuk tahun ini sampai bulan Mei, kami sudah melaksanakan sekitar 204 proses penyelamatan. Mulai dari animal rescue, water rescue hingga berbagai kondisi darurat lain yang membahayakan manusia,” jelasnya.
Salah satu operasi terbesar yang pernah ditangani tahun ini adalah keterlibatan personel Damkar Maros dalam proses evakuasi kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung beberapa waktu lalu. Dalam operasi tersebut, Damkar Maros menerjunkan 28 personel untuk membantu proses penyelamatan dan evakuasi.
Meski demikian, Jalaluddin mengakui pihaknya masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pendukung. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap penambahan dan pembaruan peralatan operasional pemadam dan penyelamatan.
“Kekurangan sarana tentu masih ada. Namun yang terpenting bagaimana memanfaatkan potensi yang ada. Kami berharap pemerintah daerah dapat membantu pemenuhan peralatan karena tanpa sarana yang memadai tentu akan sulit melakukan tugas secara maksimal,” ungkapnya.
Di sisi lain, Damkar Maros juga terus memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat, termasuk kepada anak-anak usia dini. Dalam dua bulan terakhir, kantor Damkar Maros menerima kunjungan pelajar tingkat TK dan SD untuk mengikuti kegiatan edukasi pencegahan kebakaran dan simulasi penanganan api sederhana.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari program sosialisasi dan pembelajaran dini mengenai bahaya kebakaran serta langkah-langkah penyelamatan saat terjadi keadaan darurat. “Kami mengajarkan kepada anak-anak tentang bahaya kebakaran dan bagaimana melakukan proses pemadaman api dalam waktu singkat. Ini menjadi bagian dari edukasi sejak dini,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....