Pesantren As'Adiyah Ongkoe Wajo Gelar Ramah Tamah Penamatan Santri

  • 21 Mei 2026 04:49 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Wajo — Pondok Pesantren Darul As'adiyah Ongkoe sukses menggelar acara ramah tamah penamatan santri dan santriwati, Rabu, 20 Mei 2026. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wajo dan Camat Belawa dan beberapa Tokoh masyarakat. Kehadiran para pejabat daerah ini sekaligus memberikan motivasi besar bagi para santri yang bersiap melanjutkan jenjang pendidikan mereka ke tingkat yang lebih tinggi.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Wajo, H. Muhammad Subhan, S.Ag., M.Pd.I., dalam sambutannya menekankan pentingnya esensi menuntut ilmu sebagai kewajiban yang melekat seumur hidup. Oleh karena itu, ia secara khusus menjelaskan bahwasanya acara seperti pelepasan ini tidak lagi menggunakan istilah "penamatan", melainkan dengan istilah "ramah tamah". Menurutnya, proses belajar tidak pernah mengenal kata tamat, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam hadisnya untuk menuntut ilmu dari buaian hingga ke liang lahat.

Lebih lanjut, Kepala Kemenag Wajo berharap agar Pondok Pesantren As'Adiyah Ongkoe dapat terus berkembang menjadi salah satu madrasah terbaik bagi generasi muda saat ini. Ia menekankan agar setiap jenjang pendidikan di lingkungan pesantren memiliki keterkaitan keilmuan yang bersambung atau memiliki sanad yang jelas. Dengan demikian, kurikulum keagamaan anak-anak sejak dini dapat terus terjaga dan terarah dengan baik.

Kemenag Wajo menginginkan adanya linieritas pendidikan keagamaan yang utuh bagi para santri. " anak-anak yang memulai pendidikan dari tingkat Raudatul Anfal (RA), dapat melanjutkan secara berkesinambungan ke Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA). Pola pendidikan yang terstruktur dan linier ini dinilai sangat penting agar fondasi keilmuan agama yang diterima santri tetap kokoh hingga mereka menyelesaikan tingkat Aliyah ", ucap Subhan.

Selain fokus pada kurikulum, Kemenag Wajo juga menyinggung regulasi terkait kelembagaan pondok pesantren yang kini dituntut untuk mandiri. Ke depan, struktur antara madrasah formal dan pondok pesantren harus berdiri sendiri-sendiri secara terpisah dan berbeda secara administratif. Pihak Kemenag pun berharap agar Asadiyah Ongkoe segera menyiapkan pemisahan kelembagaan ini demi mematuhi aturan penataan lembaga pendidikan keagamaan yang berlaku.

Sementara itu, Camat Belawa Arifuddin Arman, S.Kom., S.H., M.Si yang turut memberikan sambutan menyampaikan banyak wejangan dan pesan moral kepada para santri. Ia berharap agar para lulusan ini kelak menjadi generasi sukses yang tidak lupa pada kampung halamannya dan kembali untuk membangun daerah di bumi Tosagenae kecamatan Belawa. Dalam pesannya, ia meminta para santri untuk fokus pada tujuan hidup mereka. "Jangan terlalu banyak mendengar omongan negatif di sekitar kita, pilihlah jurusan sesuai bakat dan minat, karena kesuksesan Anda ditentukan oleh diri Anda sendiri," tegasnya.

Camat Belawa, Arifuddin Arman, S.Kom., S.H., M.Si yang turut memberikan sambutan ( Rabu, 20 Mei 2026)
78.97%

Camat Belawa juga mengingatkan para santri dan orang tua mengenai tantangan zaman yang kini telah memasuki era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, teknologi AI harus dimanfaatkan secara bijak, salah satunya sebagai teman berdiskusi untuk mengenali potensi akademik anak. Sejalan dengan hal itu, ia mengimbau para orang tua agar memberikan keleluasaan kepada anak-anak mereka dalam menentukan pilihan jurusan dan masa depan akademiknya tanpa adanya paksaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....