Hari Buku Nasional Jadi Momentum Perkuat Literasi

  • 17 Mei 2026 08:23 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Peringatan Hari Buku Nasional tahun 2026 dimaknai sebagai momentum untuk kembali membangkitkan budaya literasi. Pasalnya saat ini kebiasaan membaca masih sangat minim khususnya di Kota Makassar.

Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Aryati Puspasari mengatakan upaya peningkatan literasi terus digaungkan dengan berbagai kegiatan seperti melakukan sosialisasi dan kolaborasi antar pemerintah, komunitas, penulis hingga pendongeng. "Kami berkolaborasi dengan bunda literasi dan kedepan kami akan meluncurkan buku yang ditulis oleh bunda literasi dan anak-anak Makassar,"kata Aryati, Minggu 17 Mei 2026.

Di sisi lain, ia menyebut tantangan dan kendala yang dihadapi dalam meningkatkan literasi masyarakat cukup beragam salah satunya kesadaran orang tua yang masih kurang tentang manfaat membaca. "Memang miris kita lihat anak-anak sekolah. Saya sempat cerita sama Kepala Dinas Pendidikan, anak-anak ditanya berapa buku yang dimiliki? Jawabannya cuma satu bahkan ada yang tidak punya buku. Jadi bagaimana mau ditingkatkan literasi kalau mereka tidak punya buku,"ungkapnya.

Olehnya itu, ia berharap orang tua bisa menyisihkan sedikit pendapatan yang dimiliki untuk minimal membelikan anak satu buku. Menurutnya ini penting agar agar kebiasaan membaca bisa tumbuh sejak dini. "Sebenarnya seorang ibu itu bisa membiasakan membaca sejak dini pada anak saat sebelum lahir, misalnya masih di dalam bisa di dongengkan,"jelas Aryati.

Adapun di tengah era tranformasi digital, Dinas Perpustakaan Kota Makassar berupaya untuk mengikuti perkembangan zaman dengan menghadirkan buku digital atau e-book. "Sekarang anak-anak sudah punya gadget, jadi mudah kalau mau membaca,"ucapnya.

Ditambahkan kampanye literasi juga akan dilakukan dengan menggandeng pihak-pihak terkait. "Upaya kami (pemerintah) sampai di situ tapi kembali lagi kesadaran masyarakat menjadi penting untuk meningkatkan literasi. Kalau bukan dari masyarakat atau orang tua sendiri maka akan sulit untuk membangun kebiasaan membaca sejak dini,"pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....