Pola Asuh Adaptif Jadi Kunci Proteksi Remaja dari Narkoba

  • 16 Mei 2026 11:32 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Fase remaja merupakan masa transisi yang penuh dengan gejolak perubahan hormon dan fisik yang memengaruhi perilaku secara signifikan. Ketika rasa ingin tahu yang tinggi berpadu dengan pengaruh lingkungan yang negatif, remaja menjadi kelompok yang sangat rentan terhadap penyalahgunaan narkotika.

Psikolog Klinis Ahli Muda BNNP Sulsel, Musma Muiz dalam Program SANKSI Pro 1 RRI Makassar, mengungkapkan bahwa perilaku remaja yang sudah terpapar narkoba menunjukkan perbedaan yang drastis dibandingkan dengan remaja normal pada umumnya. Remaja pengguna cenderung bertindak impulsif dan mengabaikan norma sosial demi memuaskan ketergantungannya, bahkan hingga nekat melakukan tindakan kriminal. Sabtu, 16 Mei 2026.

“Pada remaja yang menggunakan narkotika, terkadang bukan hanya dipenuhi oleh berpikir saja. Tetapi faktor narkotika yang sudah mempengaruhi otak dan membuat mereka berpikir bahwa saya hanya ingin pakai. Karena sudah ingin, coba, membuat mereka jadi ingin pakai lagi. Sehingga ada perilaku yang sifatnya impulsif,” jelas Musma.

Selain itu, faktor masa lalu seperti trauma masa kecil atau tumbuh di lingkungan keluarga yang tidak sehat (KDRT) turut andil dalam meningkatkan risiko remaja terjerumus sebagai pelarian. Untuk mengantisipasi hal ini sejak dini, diperlukan pengembangan ketahanan mental atau resiliensi yang kuat pada diri anak agar tidak mudah rapuh.

“Secara umum ketahanan mental ini dibentuknya bukan hanya dari si anak saja tapi dari lingkungan terdekatnya. Kalau dia ada orang tua, berarti lingkungan keluarga. Ketahanan itu berkaitan sekali dengan bagaimana kepercayaan diri anak dalam menyelesaikan suatu persoalan, ,enhadapi tantangan,” jelas Musma.

Musma menjelaskan bahwa selain membangun ketahanan mental di rumah, orang tua juga perlu membekali anak dengan kemampuan praktis saat mereka mulai menghabiskan lebih banyak waktu di luar bersama teman sebaya. Banyak remaja yang terjerumus hanya karena ketidaktahuan serta ketidakmampuan untuk menolak tekanan kelompok (peer pressure).

Pada akhirnya, pola asuh yang dinamis dan adaptif menjadi kunci utama dalam memproteksi anak di era digital yang penuh keterbukaan informasi ini. Orang tua harus mampu memposisikan diri secara fleksibel, baik sebagai teman tempat berbagi maupun sebagai pengarah yang memberikan batasan konsisten tanpa bersikap otoriter.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....