Ketua TP PKK Makassar Dorong Peran Lansia dan Disabilitas Bangun Kota Inklusif
- 13 Mei 2026 20:43 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar melalui Pokja I menggelar kegiatan pemberdayaan kelompok lansia dan penyandang disabilitas bertema “Keluarga Peduli, Masyarakat Inklusif, Lansia dan Disabilitas Lebih Produktif” di Auditorium Kantor PKK Makassar, Rabu 13 Mei 2026. Kegiatan tersebut dibuka Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa dan dihadiri pengurus Pokja I TP PKK Makassar, Kepala DPPKB Kota Makassar A. Irwan Bangsawan, kelompok lansia dari Sekolah Lansia Kota Makassar, serta Ketua PKK Kecamatan se-Kota Makassar.
Dalam sambutannya, Melinda menekankan pentingnya kolaborasi antara TP PKK Makassar dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) dalam menjalankan program pemberdayaan lansia dan penyandang disabilitas. Menurutnya, sinergi lintas sektor diperlukan agar para lansia tetap memiliki ruang belajar, berkegiatan, dan berkontribusi di tengah masyarakat.
“Kita ingin para lansia di Kota Makassar tetap merasa diperhatikan, tetap aktif, dan memiliki ruang untuk berkembang. Mereka bukan kelompok yang dilupakan, tetapi bagian penting dari masyarakat yang harus terus diberdayakan,” ujarnya.
Melinda juga mengapresiasi para camat, khususnya camat perempuan, yang aktif mendorong pembentukan Sekolah Lansia di wilayah masing-masing. Salah satunya Sekolah Lansia Sipakalebbi di Kecamatan Manggala yang dinilai memiliki konsep pembelajaran berjenjang layaknya pendidikan formal. Ia menyebut antusiasme para peserta menunjukkan semangat belajar masyarakat lanjut usia tetap tinggi meski telah memasuki masa pensiun.
“Banyak pensiunan yang tetap ingin aktif dan produktif. Ini menunjukkan bahwa semangat belajar tidak berhenti karena usia,” katanya.
Sementara itu, Kepala DPPKB Kota Makassar, Irwan Bangsawan mengatakan Sekolah Lansia dibentuk sebagai wadah pembelajaran sepanjang hayat agar lansia tetap sehat, mandiri, dan produktif.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun masyarakat inklusif yang memberi ruang setara bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan beraktivitas. “Kita ingin lansia di Kota Makassar tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi subjek yang aktif dan tetap memiliki peran dalam kehidupan sosial,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar, Hasnawati SKM., M.Kes yang membawakan materi tentang tujuh dimensi lansia tangguh. Selain itu, Psikolog Klinis Puspaga Kota Makassar, Mursyidah Yusuf memaparkan pentingnya peran keluarga dan lingkungan inklusif dalam mendukung lansia serta penyandang disabilitas.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Kota Makassar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan dan pemberdayaan lansia serta penyandang disabilitas semakin meningkat, sekaligus memperkuat budaya kepedulian dan inklusivitas di Kota Makassar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....