BBPOM Makassar Galakkan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT

  • 13 Mei 2026 12:56 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar menggelar kegiatan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) dengan tema Lawan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu, Selamatkan Generasi Bangsa, di Aula Kantor BBPOM Makassar, Rabu, 13 Mei 2026. Hadir sejumlah pihak seperti Wakil Wali Kota Makassar, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Kejaksaan Tinggi, Bea Cukai, siswa dan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi.

Kepala Balai Besar POM Makassar, Yosef Dwi Irwan Prakasa mengatakan kegiatan ini merupakan aksi dan langkah nyata dalam memerangi obat obat tertentu seperti Tramadol, Triheksifenidil, Dektrometorfan dan Ketamin. "Obat-obat ini telah menjadi ancaman tersembunyi yang mengintai generasi muda kita. Penyalahgunaan OOT tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga berpotensi merusak masa depan bangsa melalui penurunan kualitas sumber daya manusia,"kata Yosef.

Dikatakan OOT yang seharusnya digunakan untuk tujuan medis, pada kenyataannya kerap disalahgunakan untuk kepentingan non-medis, terutama rekreasional. Penyalahgunaan ini berdampak sangat merugikan, karena akan mempengaruhi intelektual, sikap dan mental penyalahguna. Banyak kejadian kejahatan seperti perkelahian, pencurian dengan kekerasan, pembegalan, dan tindak kriminal lainnya dipicu atau bermula dari penyalahgunaan OOT. "Sebenarnya obat-obat ini diperuntukkan bagi pasien dengan gangguan jiwa. Bisa dibayangkan orang sehat mengonsumsi secara berlebihan obat-obatan ini. Obat-obat ini akan menyerang saraf kita,"jelasnya.

Ia menyebut generasi muda menjadi kelompok yang sangat rentan karena fase pencarian jati diri dan kurangnya edukasi. Sebagai gambaran Lembaga survei di Amerika Serikat, National Survey on Drug Use and Health menyebutkan bahwa satu dari empat orang pernah menggunakan obat terlarang (termasuk obat resep). "Jika hal ini dibiarkan, ambisi untuk mencapai Generasi Emas pada 2045 akan terkubur,"beber Yosef.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham menyebut kolaborasi semua pihak sangat penting untuk mencegah masuknya maupun penyebaran obat-obat ini di Kota Makassar. "Dalam memberantas ini tidak boleh ada egosektoral, Pemerintah Kota Makassar dan seluruh pihak harus kolaborasi dan bersinergi,"ujar Aliyah.

Ia meminta agar semua pihak termasuk siswa bisa berani melapor minimal ke guru jika menemukan atau melihat oknum-oknum yang mempengaruhi maupun memiliki gerak gerik ke arah menyimpang khususnya dalam ajakan penggunaan obat obat terlarang. "Terkadang juga di lingkungan masyarakat Ini kalau belum ada korbannya dalam artian belum meninggal, atau ada kasus selalu informasinya rapat dan seperti dihiraukan saja, nanti kalau ada masalah, nanti kalau ada korban baru kasak kusuk,"ucap Aliyah

Selain itu, Aliyah juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk lebih memperketat pengawasan khususnya di pintu-pintu masuk agar mencegah obat-obat terlarang ini bisa leluasa masuk ke Makassar. Adapun kegiatan ini dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama semua pihak untuk mencegah dan memerangi obat obat tertentu demi menjaga generasi bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....