Sepekan kedepan, Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Terjadi di Mamminasata

  • 13 Mei 2026 08:27 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Makassar memperkirakan potensi hujan ringan hingga sedang masih terjadi di Sulawesi Selatan bagian barat tepatnya di wilayah Makassar, Maros, Gowa dan Takalar (Mamminasata) dalam satu Minggu kedepan tepatnya tanggal 12 hingga 18 Mei 2026.

Namun diperkirakan terjadi peningkatan curah hujan dengan kategori sedang hingga lebat pada tanggal 15 Mei 2026. Forecaster BMKG Makassar, Bagus Primohadi mengatakan perubahan cuaca secara tiba-tiba bisa saja terjadi sehingga masyarakat diminta untuk tetap memantau perkembangan cuaca di situs resmi BMKG. "Hujan yang terjadi di Mamminasata dalam sepekan terakhir bersifat lokal sehingga sewaktu waktu bisa berubah atau terjadi secara tiba-tiba,"kata Bagus, Selasa, 12 Mei 2026.

Di sisi lain, ia menuturkan saat ini beberapa wilayah, sudah ada yang memasuki musim kemarau dan musim peralihan seperti Kepulauan Selayar, Takalar, sebagian Jeneponto dan sebagian Bantaeng. "Untuk wilayah lainnya masih ada yang berada di musim hujan dan masuk ke musim transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Kemudian terdapat pula satu zona musim khususnya di Luwu Utara dan Luwu Timur itu karakternya hujan sepanjang tahun atau pola satu musim,"jelas Bagus.

Ia menyebut untuk wilayah Mamminasata, baru Kabupaten Takalar yang memasuki musim kemarau sedangkan Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa dan sekitarnya masih dalam periode musim transisi atau musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Ditambahkan untuk kondisi cuaca di karakteristik musim peralihan, cuaca yang timbul umumnya bersifat lokal dan mempunyai intensitas cukup tinggi dibandingkan periode musim hujan. "Jadi barangkali kalau hujan disertai angin dan petir bisa menciptakan banjir kecil dan sifatnya bisa segera surut serta hujannya singkat,"pungkasnya.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap waspada di berbagai wilayah. Pasalnya potensi bencana hidrometeorologi bisa terjadi seperti banjir, genangan, pohon tumbang dan petir. "Imbauannya khusus di wilayah lapang atau wilayah tinggi diwaspadai potensi petir dikarenakan di musim transisi aktivitas kejadian petir meningkatkan lebih tinggi dibandingkan periode musim lain,"imbaunya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....