Kesuksesan Hidup Perlu Ketekunan dan Pengelolaan yang Bijak

  • 12 Mei 2026 21:42 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, MAKASSAR – Kesuksesan dalam hidup menurut ajaran Buddha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mencari penghasilan, tetapi juga dipengaruhi lingkungan pergaulan dan cara mengelola kehidupan secara bijaksana. Hal tersebut disampaikan narasumber Dr. Ir. Yonggris Lao, M.M dalam program “Mimbar Agama Buddha” PRO1 RRI Makassar, Selasa, 12 Mei 2026.

Dr. Ir. Yonggris Lao, MM dalm siaran Mimbar Agama Buddha dipandu oleh Coandy Yonatan pada Selasa, 12 Mei 2026.

Dalam pembahasannya, Dr. Yonggris Lao menjelaskan bahwa ajaran Buddha mengenal beberapa prinsip penting menuju kehidupan yang sukses dan bahagia, di antaranya utthana sampada, arakkha sampada, kalyanamitta, dan sama jiwitaka. Menurutnya, prinsip-prinsip tersebut bukan resep tunggal, melainkan pedoman umum yang dapat diterapkan sesuai kondisi masing-masing individu. “Kesuksesan hidup itu seni. Tidak ada satu resep yang pasti karena setiap orang memiliki kemampuan, pengalaman, dan kondisi kehidupan yang berbeda-beda,” ujarnya.

Ia menjelaskan, utthana sampada berarti semangat dan ketekunan dalam bekerja maupun mencari penghasilan. Orang yang ingin berhasil harus rajin, ulet, dan memiliki semangat untuk berkembang. Namun menurutnya, kemampuan mencari penghasilan saja tidak cukup tanpa disertai kemampuan mengelola dan menjaga keuangan dengan baik. “Banyak orang penghasilannya besar, tetapi tidak tahu mengatur keuangan. Ketika gaji naik, gaya hidup ikut naik bahkan lebih tinggi dari penghasilannya sehingga akhirnya tetap kesulitan secara finansial,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kewaspadaan dalam menghadapi maraknya penipuan digital dan investasi bodong yang semakin meningkat beberapa tahun terakhir. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan digital, terutama yang berkaitan dengan keuangan. Dr. Yonggris Lao mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur janji keuntungan besar dalam waktu singkat. Ia menyebut salah satu ciri penipuan adalah adanya tekanan agar seseorang segera mengambil keputusan tanpa berpikir panjang. “Kalau ada tawaran keuntungan besar dan disuruh cepat mengambil keputusan, sebaiknya berhenti dulu sejenak, pikirkan baik-baik. Jangan tergesa-gesa karena itu sering dimanfaatkan pelaku penipuan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam ajaran Buddha sikap serakah dan keinginan cepat kaya tanpa mempertimbangkan risiko dapat membawa seseorang pada kerugian. Karena itu, masyarakat diajak membangun pola pikir bijaksana, berhati-hati dalam mengambil keputusan, serta memilih lingkungan pergaulan yang baik atau kalyanamitta sebagai pendukung kehidupan yang harmonis dan sukses. Melalui siaran tersebut, umat Buddha diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bekerja, mengelola keuangan, maupun membangun hubungan sosial yang positif di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....