Sepuluh Hari Pertama Zulhijah Jadi Momentum Perbanyak Ibadah
- 10 Mei 2026 20:49 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Menjelang datangnya bulan Zulhijah, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan-amalan sunnah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bulan Zulhijah termasuk salah satu bulan mulia dalam Islam yang memiliki banyak keutamaan, khususnya pada sepuluh hari pertama yang disebut sebagai waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh.
Pembahasan mengenai keutamaan bulan Zulhijah tersebut disampaikan dalam program “Mutiara Pagi” PRO1 RRI Makassar, Sabtu (9/5/2026), bersama narasumber Prof. DR. KH. Najamuddin Abd. Shafa, Lc., M.A. Dalam dialog tersebut, ia mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Zulhijah untuk meningkatkan kualitas ibadah melalui doa, zikir, puasa sunnah, hingga kepedulian sosial terhadap sesama.

Dalam penjelasannya, Prof. Najamuddin menyampaikan bahwa Zulhijah termasuk dalam empat bulan mulia atau asyhurul hurum sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Empat bulan tersebut yakni Zulkaidah, Zulhijah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan baik dan menjauhi perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah.
“Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sangat menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amalan pada sepuluh hari pertama Zulhijah. Termasuk memperbanyak zikir, doa, dan puasa sunnah, khususnya pada Hari Arafah,” ujar Prof. Najamuddin dalam dialog tersebut.
Ia menjelaskan, Hari Arafah yang jatuh pada 9 Zulhijah menjadi salah satu hari paling utama dalam Islam. Pada hari itu, umat Muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji sangat dianjurkan menjalankan puasa Arafah. Sementara bagi jamaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Arafah, sebagian ulama memakruhkan puasa agar dapat lebih fokus menjalankan rangkaian ibadah haji.
Selain puasa Arafah dan ibadah kurban, masyarakat juga dianjurkan melakukan berbagai amalan sederhana lainnya sesuai kemampuan masing-masing. Mulai dari membantu sesama, memperbanyak sedekah, menjaga silaturahmi, hingga memperbanyak doa dan zikir yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Dalam sesi tanya jawab bersama pendengar, Prof. Najamuddin juga menekankan bahwa ibadah di bulan Zulhijah tidak semata-mata diukur dari kemampuan materi. Menurutnya, semangat berbagi dan memperbanyak amal saleh menjadi bagian penting dalam menyambut Hari Raya Iduladha secara spiritual.
Sebagai penutup, ia mengajak masyarakat menjadikan bulan Zulhijah sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia berharap umat Muslim dapat memanfaatkan hari-hari mulia tersebut dengan memperbanyak ibadah dan amalan yang membawa manfaat bagi keluarga maupun masyarakat luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....