Sulsel Targetkan Prevalensi Stunting Turun Jadi 20 Persen
- 08 Mei 2026 15:15 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Upaya penanganan stunting merupakan langkah strategis yang memerlukan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Hal ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Selatan.
Plt. Kepala Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Nurseha dalam program Indonesia Cerdas pada Jumat, 8 Mei 2026 mengatakan bahwa penanganan stunting merujuk kepada program prioritas pemerintah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menempatkan penanganan stunting sebagai prioritas utama karena berkaitan langsung dengan masa depan generasi muda dan visi Indonesia Emas 2045.
Dikatakan, pada tahun 2024 angka prevalensi stunting berhasil ditekan menjadi 23,3% (turun 4% dari tahun sebelumnya). Saat ini, perhatian khusus masih diberikan pada wilayah dengan angka stunting tinggi seperti Jeneponto (37%) dan Enrekang (34,3%).
“Sayangnya untuk SSGI 2025 itu memang tidak dilaksanakan. Sehingga kita tidak bisa mendapatkan hasil untuk tahun 2025. Tapi insyaallah bulan Juli tahun 2026 ini itu akan ada survei kembali terkait dengan survei status kisi, sehingga Insyaallah kita bisa menurunkan dari 23,3 dimana standar untuk target Provinsi Sulawesi Selatan untuk 2026 itu 20,37%” jelas Nur – sapaan akrabnya.
Dijelaskan, Penyebab stunting tidak hanya terbatas pada masalah asupan gizi semata melainkan bersifat kompleks dan saling berkaitan. Penerapan menu gizi seimbang tidak akan memberikan hasil maksimal, jika tidak dibarengi dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Oleh karena itu, perbaikan asupan nutrisi harus berjalan selaras dengan pemeliharaan sanitasi lingkungan yang baik guna menjamin penyerapan gizi yang optimal.
“Ketika kita mengkonsumsi menu gizi seimbang, itu tidak cukup hanya itu. Harus dibarengi dengan berperilaku hidup bersih sehat. Kalau kita hanya memberikan asupan ataukah mempunyai menu gizi seimbang tanpa dibarengi dengan bagaimana sanitasi lingkungannya itu tidak akan maksimal tentu,” jelas Nur.
Upaya pencegahan stunting dengan gizi seimbang mencakup 10 indikator utama, seperti kebiasaan cuci tangan pakai sabun, rutin beraktivitas fisik, hingga menciptakan lingkungan rumah bebas asap rokok. Mengingat kompleksitasnya, upaya pencegahan harus dilakukan sedini mungkin, dimulai sejak masa remaja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....