Tiga Kunci Ampunan Allah SWT
- 08 Mei 2026 12:44 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pelaksanaan ibadah Shalat Jumat di Masjid Al Muawanah RRI Makassar pada Jumat, 8 Mei 2026 yang bertepatan dengan 20 Dzulqa’dah 1447 Hijriah berlangsung khidmat. Khutbah Jumat disiarkan melalu Pro 1 FM, 94.4 MHz dan Pro 4 di FM.92.50 Mhz RRI Makassar. Bertindak sebagai khatib, Ustaz Muhammad Rafli menyampaikan pesan-pesan spiritual mengenai pentingnya mengejar ampunan Allah SWT di tengah kehidupan duniawi. Sementara itu, yang bertindak sebagai imam shalat dipimpin oleh Ustaz Muh. Safar Aziz yang diikuti oleh ratusan jemaah dari lingkungan RRI maupun masyarakat umum yang memadati ruang utama Masjid hingga selasar masjid.
Dalam khutbahnya, Ustaz Muhammad Rafli memaparkan tiga sebab utama yang dapat mendatangkan ampunan dari Allah SWT. Poin pertama yang ditekankan adalah pentingnya berdoa dan menaruh harapan penuh hanya kepada Allah SWT tanpa menyekutukan-Nya. Beliau mengutip janji Allah bahwa setiap doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh pasti akan dikabulkan, berbeda dengan janji manusia yang kerap diingkari. Ustaz Rafli mengingatkan bahwa doa adalah inti ibadah yang tidak boleh dipalingkan kepada selain Sang Pencipta, serta menekankan perlunya kehadiran hati yang tulus saat bermunajat.
Sebab kedua untuk meraih ampunan adalah dengan memperbanyak istighfar atau memohon ampun di setiap kesempatan, terutama pada waktu-waktu mustajab seperti waktu sahur. Mengacu pada Al-Qur'an, khatib menjelaskan bahwa istighfar bukan sekadar penggugur dosa, melainkan juga pintu pembuka rezeki dan kunci kebahagiaan di hari kiamat. Terkait hal ini, Ustaz Muhammad Rafli menyampaikan pesan mendalam dalam khutbahnya:
"Janganlah kita berputus asa dari rahmat Allah, karena sesungguhnya pintu taubat selalu terbuka lebar bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh memohon ampunan melalui istighfar yang tulus di setiap hembusan nafas kita."Ucapnya mengutip Ayat Alqur'an.
Memasuki poin ketiga yang paling krusial, khatib memberikan peringatan keras mengenai kewajiban menjauhi kesyirikan dan teguh dalam tauhid. Ustaz Muhammad Rafli menjelaskan bahwa dosa syirik merupakan penghalang utama seseorang untuk memasuki surga dan tidak akan diampuni jika pelakunya meninggal dunia tanpa sempat bertaubat. Beliau juga menyoroti bahaya riya atau sifat pamer dalam beribadah sebagai bentuk syirik kecil yang sering kali tidak disadari oleh umat Islam saat menjalankan rutinitas ibadah harian.
Dalam sesi penekanan di atas mimbar, Ustaz Muhammad Rafli dengan tegas memberikan pernyataan penutup terkait tujuan hidup manusia:
"Tujuan kita diciptakan di dunia ini hanyalah untuk beribadah kepada Allah SWT, maka hendaknya setiap dari kita mewujudkan penghambaan yang murni tanpa mengharap pujian makhluk agar amal kita tidak sia-sia."
Menutup rangkaian khutbah, ia mengajak seluruh jemaah untuk senantiasa mengoreksi diri dan kembali kepada fitrah penciptaan manusia, yakni menghamba hanya kepada Allah. Dengan menjalankan tiga sebab tersebut—doa yang tulus, istighfar yang konsisten, dan tauhid yang murni, diharapkan umat Islam dapat meraih ridha serta ampunan seluas bumi. Ibadah Jumat tersebut kemudian diakhiri dengan shalat berjamaah yang berlangsung dengan tertib, menciptakan suasana penuh kekhusyukan di jantung Kota Makassar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....