Kolaborasi dengan Media, BPJS Kesehatan Perkuat Keberlanjutan Program JKN

  • 05 Mei 2026 20:36 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah IX menggelar silaturahmi dan diskusi bersama insan media sebagai upaya memperkuat kolaborasi dalam mendukung keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Senin 4 Mei 2026. Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah IX, Asyraf Mursalina, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka untuk memperkaya perspektif media terhadap implementasi JKN di lapangan.

“Media memiliki peran kunci dalam membentuk pemahaman publik. Karena itu, kami memandang insan pers sebagai mitra strategis dalam menentukan keberhasilan Program JKN melalui penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif,” ujarnya.

Menurutnya, forum tersebut juga menjadi sarana untuk menyampaikan perkembangan program sekaligus menyerap masukan dari media, sehingga komunikasi yang terbangun bersifat dua arah, kolaboratif, dan solutif.

Asyraf menjelaskan, Program JKN merupakan wujud kehadiran negara dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat melalui prinsip gotong royong. Dalam skema ini, peserta yang sehat menopang peserta yang sakit, serta peserta yang mampu membantu peserta yang kurang mampu.

Ia menambahkan, BPJS Kesehatan memiliki peran strategis dalam pembiayaan kesehatan (health care financing), dengan memastikan ketersediaan dana pelayanan serta menjamin akses layanan kesehatan yang komprehensif, mulai dari promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif.

Pengelolaan JKN dilakukan secara terintegrasi melalui pengumpulan iuran, pengelolaan risiko kolektif (risk pooling), hingga pembelian layanan kesehatan secara strategis (strategic purchasing), guna menjamin layanan yang berkualitas dan berkelanjutan. Di sisi lain, meningkatnya kasus penyakit katastropik seperti jantung, kanker, dan stroke menjadi tantangan serius dalam pembiayaan JKN. Kondisi ini berdampak pada tingginya beban biaya layanan kesehatan.

“Dominasi penyakit katastropik tersebut berdampak langsung pada meningkatnya beban pembiayaan dalam sistem JKN,” jelasnya.

Untuk itu, Asyraf menekankan pentingnya penguatan upaya promotif dan preventif sebagai strategi jangka panjang. Edukasi dan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat dinilai menjadi kunci dalam menekan angka penyakit berbiaya tinggi tersebut.

“Upaya pencegahan harus menjadi fokus bersama agar beban pembiayaan lebih terkendali dan keberlanjutan Program JKN tetap terjaga,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....