Daftar Bekal Medis dan Latihan Fisik yang Wajib Disiapkan Calon Jemaah Haji

  • 04 Mei 2026 11:46 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Calon jemaah haji disarankan menyiapkan bekal medis lengkap sebelum berangkat ke Tanah Suci, mulai dari obat-obatan pribadi hingga perlengkapan perawatan kulit. Persiapan ini penting untuk menjaga kondisi tubuh selama menjalani rangkaian ibadah haji yang penuh aktivitas fisik.

Dokter muda Andi Rezki Nabila Syahrani, S.Ked, dari bagian IKM-IKK Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, merinci sejumlah bekal medis yang dianjurkan dibawa oleh setiap jemaah. Obat alergi seperti Cetirizine 10 mg menjadi salah satu yang wajib ada karena jemaah kerap terpapar makanan, debu, atau cuaca yang asing.

"Cetirizine 10 mg itu penting sekali karena di sana makanan, cuaca, atau debu yang tidak biasa kita temui di Indonesia bisa memicu reaksi alergi," ujar Nabila dalam Dialog Kiprah Sulsel di RRI Pro 1 Makassar, Sabtu, 2 Mei 2026.

Selain obat alergi, jemaah dianjurkan membawa pelebab untuk melembabkan bibir dan kulit yang rentan pecah-pecah akibat udara kering dan angin kencang di Arab Saudi. Tabir surya atau sunscreen juga penting dibawa mengingat paparan sinar ultraviolet di sana jauh lebih tinggi dibanding di Indonesia.

Untuk perlengkapan pendukung, jemaah disarankan membawa masker, hand sanitizer, dan plester kaki. Soal alas kaki, Nabila secara khusus mengingatkan agar jemaah tidak membawa sandal baru ke Tanah Suci.

"Lebih bagus pakai sandal yang sudah biasa dipakai sehari-hari. Sandal baru itu kakinya butuh penyesuaian, bisa bikin luka, bisa bikin pegal-pegal, apalagi untuk orang tua," kata Nabila.

Dari sisi latihan fisik, Nabila menganjurkan calon jemaah mulai berlatih jauh sebelum jadwal keberangkatan. Latihan yang direkomendasikan meliputi jalan kaki 30 menit per hari, naik-turun tangga, dan latihan pernapasan untuk memaksimalkan kapasitas paru-paru.

"Bagusnya satu sampai dua bulan sebelum berangkat. Biar badannya bisa menyesuaikan lebih lama," ungkap Nabila.

Jemaah juga disarankan sesekali beraktivitas di luar ruangan agar tubuh terbiasa dengan cuaca panas sebelum tiba di Tanah Suci. Kebiasaan ini dinilai penting untuk mencegah tubuh mengalami kaget termal yang dapat memperburuk kondisi kesehatan selama ibadah berlangsung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....