BMKG Perkirakan Puncak El Nino di Sulsel Terjadi pada Agustus-Oktober

  • 03 Mei 2026 20:27 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Selatan memperkirakan puncak fenomena El Nino di Sulawesi Selatan terjadi pada Agustus, September dan Oktober 2026. Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, Syamsul Bahri menjelaskan fenomena El Nino terjadi karena adanya pemanasan suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah sehingga awan-awan hujan yang seharusnya jatuh di Indonesia tertarik ke wilayah Samudera Pasifik tersebut.

"Dengan begitu Indonesia mengalami anomali curah hujan yang lebih sedikit dibanding biasanya apalagi ini berbarengan dengan musim kemarau,"kata Syamsul Bahri, Minggu 3 Mei 2026.

Dikatakan saat ini saat ini status El Nino di Sulawesi Selatan dalam kondisi netral namun diprediksi pada Bulan Mei, Juni dan Juli 2026 masuk kategori lemah. "Untuk wilayah Sulsel, daerah-daerah wilayah Selatan misalnya Jeneponto, Takalar akan mengalami atau lebih cepat masuk awal musim kemarau atau dampak El Nino di mulai dari Jeneponto, sedangkan untuk sisi barat kayak Makassar, Pangkep, Pare-Pare, Barru di Bulan Mei masuk musim kemarau, kalau Daerah Timur kayak Sinjai dan Bone masih ada hujan di Bulan Mei dan Juni ini,"jelas Syamsul Bahri.

Ditambahkan koordinasi dengan Pemerintah Daerah rutin dilakukan termasuk aktif memberikan imbauan ke warga Sulawesi Selatan. "Koordinasi kami dengan stakeholder kami berikan informasi 10 hari sebelumnya, mengirimkan surat dan menyebarkan di media sosial," pungkasnya.

Pihaknya mengimbau agar memanfaatkan sumber daya air dengan lebih hemat. Adapun saat ini rata-rata suhu udara saat ini berada pada 31 sampai 34 derajat celcius.

Sementara itu, Warga Makassar, Ati mengaku belajar dari musim kemarau di tahun 2023 lalu, ia mulai menyiapkan tempat penampung air berupa ember atau baskom serta mengingatkan kepada semua anggota keluarga untuk hemat dalam penggunaan air. "Iya kayak dua tahun lalu itu, air agak keruh terus sedikit juga keluar air dari keran, jadi memang persiapan kayak ember besar harus memang disiapkan untuk tampung air,"ungkap Ati.

Sebelumnya, fenomena El Nino bukan pertama kali terjadi di Sulawesi Selatan tetapi musim kemarau yang di perparah dengan fenomena ini pernah terjadi di tahun 2023 lalu, menyebabkan krisis air bersih terjadi di sejumlah kecamatan yang ada di Makassar.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....