Semua Warga Wajib Sekolah, Pemkot Bentuk Relawan ATS Tekan Anak Putus Sekolah
- 03 Mei 2026 17:49 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Pemerintah Kota Makassar memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan inklusif dan berkeadilan dengan membentuk Relawan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS). Langkah ini menjadi upaya konkret untuk menekan angka putus sekolah dan memastikan seluruh anak kembali mengenyam pendidikan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pembentukan tim ATS bukan sekadar program administratif, melainkan gerakan sosial yang menyasar langsung akar persoalan di masyarakat.
“Melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, kita ingin memastikan tidak ada lagi anak di Makassar yang kehilangan haknya untuk belajar,” ujar Munafri.
Pengukuhan relawan ATS dilakukan di Lapangan Karebosi pada 2 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Kehadiran tim ini diharapkan mampu menekan angka anak putus sekolah secara bertahap.
Munafri mengakui, masih banyak anak di Makassar yang terpaksa berhenti sekolah karena berbagai faktor. Karena itu, pemerintah kota mengambil tanggung jawab untuk memastikan mereka kembali ke bangku pendidikan.
Tim ATS nantinya akan bekerja aktif di lapangan dengan menjangkau langsung masyarakat. Para relawan bertugas mengidentifikasi anak yang tidak sekolah, menggali penyebabnya, hingga mendampingi proses pengembalian mereka ke sistem pendidikan formal.
“Tim ini akan turun langsung, menjaring, dan memastikan proses pendidikan berjalan. Ini bagian dari upaya menurunkan angka putus sekolah,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menjelaskan bahwa program ATS menjadi bagian dari rangkaian kebijakan strategis Hardiknas 2026.
Selain pembentukan tim ATS, Pemkot juga meluncurkan inovasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berbasis digital yang terintegrasi dengan platform pembelajaran, guna memastikan akses pendidikan lebih transparan dan merata.
Achi menekankan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi multipihak, termasuk komunitas dan lembaga masyarakat.
“Ini bentuk komitmen kami agar tidak ada satu pun anak di Makassar yang kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan,” ujarnya.
Dalam momentum Hardiknas, Pemkot Makassar juga memberikan penghargaan kepada insan pendidikan, mulai dari sekolah, siswa, hingga guru berprestasi, serta menyerahkan beasiswa bagi tenaga pendidik sebagai investasi peningkatan kualitas SDM.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan generasi unggul di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....